N0.55

Pak Bon sudah lama berencana menikahi Zuliana. Namun, hatinya berkata tidak ada kata terlambat, Ana harus dipisah dari suaminya dan menikah dengan dirinya. Dia akan merampas Ana, dengan cara apa pun.

Intainews.com:WADUH! Bagaimana caranya ini? Hendphone terus bordering, namun Ana belum juga mengangkatnya, karena sudah dipastikannya Pak Bon yang menghubunginya.

“Siapa yang menghubungi Ana, angkatlah,” kata suaminya.

“Paling kawan kerja sekantor, atau Bos yang minta kembali ke kantor ada yang belum selesai. Malaslah mengapa harus Ana saja yang harus lembur dan begadang.”

“Tidak apa, biar Abang antarkan ke kantor.”

“Biarkan saja Bang. Kalau Ana belum berumahtangga, tidak apalah harus begadang menyelesaikan pekerjaan. Selama ini Ana cuti ada yang menggantikannya,… kenapa musti Ana yang harus mengerjakannya,” begitu kata Zuliana dalam keadaan bingung. Handphone terus juga bordering.

“Angkatlah Ana,… tidak baik begitu. Kalau memang tidak bisa katakan saja,” ujar suaminya lembut. Akhirnya Ana mengangkatnya. Ya, memang yang menghubunginya Pak Bon. Karena nomor handphone yang baru Pak Bon yang tahu.

“Halo Ana, sekarang sekali lagi bapak minta maaf belum bisa ketemu. Tunggu beberapa hari lagi ya,…”

“Iya…iya…pak.iya…..…pak.”

“Ana sakit?”

“Iya….sedikit demam.”
Ana berusaha menyembunyikan dari suaminya kalau dia bicara sol bertemu dan tidur dengan Pak Bon.

“Ya sudah. Berobat ya,..” tukas Pak Bon dan memutuskan hubungan.

“Siapa itu Ana,…” Tanya suaminya.

“Itulah bos Ana. Tetap saja menyuruh Ana kerja lembur. Untunglah dia tahu Ana sakit. Jadi pekerjaan Ana diberikan kepada teman lain.”

“Kalau memang bekerja tidak apa Ana. Bekerjalah dengan baik.”

Zuliana mengangguk dengan apa yang dikatakan suaminya. Di balik itu suaminya tidak tahu bagaimana sebenarnya yang terjadi sekarang ini, Ana sedang berusaha menjauh dari Pak Bono. Zuliana mulai merasa kesulitan, ketika dia mulai sayang dengan suaminya dan harus meninggalkan Pak Bon. Setelah istri Pak Bon meninggal dunia, dia takut sekali kalau diminta Pak Bon untuk menggantikan almarhum istrinya, atau pertemuan menjadi semakin intens, karena Pak Bon sudah menjadi duda.

Suami Ana tidak merasakan ada sesuatu dengan istrinya. Yang diketahuinya istri bekerja, dan dia harus memahami hubungan dengan istri terbatas. Tidak apa, kesempatan istrinya sibuk diapun menyibukkan diri dengan menulis. Mereka sudah sampai di rumah, suaminya shalat ashar, Zuliana juga.

Pak Bon sebenarnya tahu Zuliana sejak keluar dari kantor kemudian menjemput suaminya di tempat belajar mobil, lalu menuju pulang ke rumah. Setelah keduanya sampai di rumah barulah Pak Bon meninggalkan pasangan itu. Sesungguhnya, di dada Pak Bon tersimpan rasa cemburu yang sangat besar. Pak Bon menganggap Ana tidak mau bersabar, buru-buru menikah dengan laki-laki lain. Padal Pak Bon sudah lama berencana menikahi Zuliana. Namun, hatinya berkata tidak ada kata terlambat, Ana harus dipisah dari suaminya dan menikah dengan dirinya. Dia akan merampas Ana, dengan cara apa pun. *Bersambung