N0.53

Setelah menikah dengan Daham, Ana merasakan tidur dengan suami yang sah lebih nikmat dan tenang, tidak diburu-buru ketakutan. Kini mendengar suara Pak Bon saja membuat bulu romanya berdiri.

Intainews.com:USTADZ Daham bukan sekadar menuruti apa kata istrinya. Tetapi menyetir mobil itu penting bagi dirinya dan bagi kehidupan abad ini. Untuk itu dia serius belajar mobil sehingga membuat navigator yang mengajarinya kaget. Tidak pernah ada yang belajar mengedarai mobil satu hari sudah cukup pintar. Namun daham tidak segera pulang, dia setia menunggu istrinya di tempat belajar mobil. Ingin rasanya waktu berubah menjadi sore, supaya dia yang menyetir mobil dan istrinya duduk di sisinya.

Sementara Ana, sedang galau memikirkan Pak Bon yang memintanya bertemu. Dia pun risau, bagaimana dengan suaminya yang menunggu di tempat belajar mobil. Selama Ana berbulan madu bersama suaminya dia merasa sayang dan mencintai suaminya yang baik hati. Kalau ia tidak pulang betapa sedihnya suaminya di kamar tanpa dirinya. Dia sendiri pun sebenarnya tidak mau lagi bertemu dan tidur dengan Pak Bon. Ini yang membuat Ana hingga siang menjelang sore, belum juga memutuskan apakah dia menemui Pak Bon.

Temana-teman sekantornya melihat Ana yang periang setelah menikah menjadi suka melamun. Ucapan selamat dari teman-temannya diterima Ana tanpa senyum dan girang. Waktu berjalan terus Ana belum dapat jalan keluar dari cengkraman Pak Bon yang telah memberinya harta kekayaan dan uang berlimpah, dengan tugas melayani Pak Bon setiap saat dia mau. Sementara dirinya setelah menikah dengan Daham, dia merasakan tidur dengan suami yang sah lebihnikmat dan tenang, tidak diburu-buru ketakutan. Kini mendengar suara Pak Bon membuat bulu romanya berdiri.

Ana merasa berada di persimpangan yang rawan. Bagaimana caranya ia bisa lepas dari Pak Bon. Limabelas menit lagi waktunya PNS pulang kantor. Teman-teman sudah bergegas, namun Ana masih kelihatan bingung dan pikirannya kacau. Matanya tertuju ke arah handphonenya, Pak Bon segera menghubunginya. Namun, sudah lewat satu jam dari yang dijanjikan Pak Bon belum juga menelpon dirinya. Sudahlah mungkin Pak Bon sadar dirinya sudah menjadi milik laki-laki lain. Tetapi ketika kakinya baru dua langkah keluar dari kantor dan menjemput suaminya, handhone berdering. Oh, dari suaminya. Ya, Ana mengatakan masih di jalan. Tidak lama mereka sudah bertemu. Ana minta maaf agak sedit terlambat, ada pekerjaan yang belum selesai.

“Diselesaikan dulu pekerjaan kantor itu Ana. Biar Abang antarkan ke kantor,yuk.”

“Oh, abang sudah bisa menyetir mobil?”

Pemilik perusahan belajar mobil mengatakan.

“Sudah Bu sudah bisa bapak ini menyetir mobil.”

Ana senang sekali mendengar itu, langsung diserahkannya kunci mobil kepada suaminya.

“Babah, besok kita hitung-hitungan soal biayanya,”kata Ana

“Tidak apa,…jalanlah”

Ana memperhatikan suaminya nyetir mobil lembut dan terukur. Tak menyangka begitu cepat suaminya belajar nyetir mobil, hanya satu hari saja.

“Sebelumnya Abang sudah biasa nyetir mobil ya,…?”

“Tidak, tidak pernah menyetir mobil…” kata suaminya jujur. Oh teleponnya berdering. Ana lupa mematikan handponnya. Pak Bon menghubunginya. *Bersambung