Tukang parut kelapa Pasar Datuk Kabu Tembung melayani pembeli.foto/doc.

Medan-Intainews.com : Menjelang Hari Lebaran suasana pasar tradisional Datuk Kabu Tembung diserbu pengunjung, Pendemi Carona tidak menyurutkan langkah kaum ibu menyampaikan hajat berbelanja kebutuhan Lebaran,Sabtu (23/52020).

Sudah tentu dominan kaum ibu yang mengunjungi pasar untuk membeli berbagai keperluan dapur, semangat merayakan hari lebaran terlihat dari belanja yang dibawanya, dari daging ayam, daging sapi dan sayuran untuk disiapkan dan stok pada hari lebaran.

Nah, apa pun masakan yang mau di sajikan tidak akan lengkap, jika tanpa santan kelapa sayur, jadi bisa dikatakan santan kelapa kunci dari hidangan yang akan di sajikan di pagi lebaran. Betapa tidak, rendang dan lontong sabagai makanan favorit (kesukaan) Sumatera Utaran memerlukan santan kelapa.

Tak heran jika Sabtu (23/5) pagi tukang parut kelapa sayur di pasar IV tepatnya di Pasar Datuk Kabu Tembung di serbu kaum ibu, terlebih H-1 Lebaran tinggal menunggu hitugan jam.

Ucok (60) tukang parut kelapa sudah tahunan mengambil jasa memarut kelapa, mengatakan, sampai hari ini pengunjung masih tetap ramai,” Syukur alhamdulillah kita dari pagi sampai siang terus melayani permintaan masyarakat terhadap kelapa parut maupun jasa parutan, sampai-sampai kewalahan,”ujarnya.

Dijelaskannya untuk upah jasa parutan dikenakan biaya Rp 2000/buah sedangkan harga satu kelapa yang sudah diparut Rp 7000-7500/buah, menurut besar kecilnya kelapa.

“Untuk lebaran ini memang harga kelapa parut sedikit mengalami kenaikan dari hari biasanya cuma dijual Rp 5.000/buah, karena modal kita untuk membeli buah kelapa juga mengalami kenaikan,” jelasnya.

Diakuinya, menjelang lebaran ini mampu menjual sebanyak ratusan kelapa, demikian juga untuk jasa kelapa parutnya.Inc-02.