Medan-Intainews.com | Sekolah juga merupakan wadah untuk membentuk karakter dan budaya bersih murid. “Jika telah terbentuk, murid akan menularkan karakter dan budaya bersihnya pada lingkungan terdekatnya masing-masing,” papar Kabid Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Medan, Drs. Masrul Badri, M.Psi., saat melakukan Sosialisasi Karakter dan Monitoring Budaya Bersih, Kamis (28/11) di SMP Negeri 24 Medan. Ikut mendampingi Masrul dalam sosialisasi itu Kabid Sosial dan Kependudukan Balitbang Medan, Bahrian Effendi, S.Sos., M.Si., Kasi Sumber Daya Komunikasi Publik, Hendra Lubis, S.Sos, yang juga termasuk personil Tim Koordinasi Pembinaan Karakter dan Budaya Bersih Siswa se-Kota Medan. Di hadapan peserta sosialisasi yang terdiri dari kepala sekolah dan guru SMP Negeri 24, 25, 26, 42, dan sekolah-sekolah sub rayon, Masrul menyatakan, karakter dan budaya bersih anak didik bisa dikatakan telah mulai terbentuk jika anak tersebut risih melihat sampah berserakan di lingkungan, Anak tersebut juga mempunyai iniasiatif untuk mengambil sampah berserak itu dan membuangnya ke tong sampah.

“Dan memang membentuk budaya bersih bukan pekerjaan mudah. Harus dilakukan dengan penuh komitmen dan konsisten,” ungkap Masrul. Masrul memaparkan, untuk membentuk budaya bersih di sekolah ada ikatan komitmen seluruh warga sekolah tentang budaya yang akan dibentuk. Yang terpenting seluruh warga ikut mendukung komitmen itu. Dan warga sekolah itu, sebutnya, bukan kepala sekolah, guru, dan siswa, namun juga orang tua, pegawai, petugas kebersihan, penjaga sekolah, dan pemilik kantin.

“Salah satu komponen saja tidak mendukung, maka proses pembentukan budaya bersih akan terkendala,” ujarnya. Kepala sekolah maupun guru, lanjutnya harus senantiasa mengingatkan komitmen penerapan budaya bersih ini. Hal ini bisa dilakukan dengan membuat dan memasang spanduk, poster-poster menarik yang berisikan pesan-pesan tentang penting budaya bersih ini.

“Pesan-pesan di poster maupun spanduk itu harus menarik dan mudah dipahami,” ujarnya. Masrul mengatakan, guru mempunyai peranann sangat penting dalam mengembangkan budaya bersih pada diri siswa. Dalam hal ini, lanjutnya, guru haruslah menjadi teladan dalan berprilaku bersih. Sosialisasi dan pembinaan karakter dan budaya bersih di sekolah-sekolah ini merupakan salah satu upaya Pemko Medan dalam mengembangkan budaya bersih masyarakat. Diharapkan sosialisasi di sekolah ini diharapkan anak didik berprilaku bersih sejak dini dan mengajak teman maupun keluarganya untuk hidup bersih. * inc-mgl