Anggota DPRD Medan, Rajaudin Sagala. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Terkait beredarnya kerupuk jangek kulit babi yang diolah dan diedarkan seorang warga Jalan Plamboyan Raya Gang Mawar Lingkungan XI Kelurahan Tanjung Sari Kecamatan Medan Selayang, membuat pihak terkait mengambil tindakan tegas dengan menutup tempat pengolahan kerupuk tersebut.

Atas kejadian tersebut Wakil Ketua DPRD Kota Medan Rajuddin Sagala angkat suara mengatakan, seharusnya warga tersebut memasarkan kerupuk jangek kulit babi hasil olahannya di market khusus di lingkungan non muslim.

“Jangan sembarngan menjual barang dagangan yang terlarang sekitar yang banyak dihuni masyarakat beragama Islam, tanpa melampirkan komposisi bahan baku dan label halal,” jelas politisi partai PKS ini kepada wartawan Selasa 12 November 2019.

Rajuddin juga memberikan apresiasi kepada pihak terkait seperti MUI Kota Medan dan pihak Kepolisian yang dengan sigap menutup tempat pengolahan kerupuk jangek kulit babi tersebut. Ternyata tidak memiliki izin operasionalnya.

“Namun saya minta kepada pihak kepolisian agar proses hukum kepada oknum tersebut harus berjalan dan diberi sanksi hukum yang berat. Agar ada efek jera bagi orang yang mau mencoba atau meniru perbuatan terlarang ini,” tegas Rajudin Sagala. *Inc-03