Madina-Intainews.com:Sejumlah investor tepung tapioka asal Medan, melirik perkebunan ubi kayu di Kabupaten Mandailing Natal [Madina], Sumatera Utara dan mengadakan pertemuan di rumah Dinas Bupati Mandailing Natal di Desa Parbangunan, Panyabungan, baru-baru ini [foto-istimewa].

Pertemuan dihadiri Investor Sumut Surianto, Hengky Suwongso dan Wenan juga dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Madina Gozali, SH, MM, Kadis Pertanian, Kadis Perdagangan, Bappeda, Kadis Pertanahan, Kadis Koperasi dan UMKM, Kadis Pora, Kadis Ketapang, Kadis PMPPTSP, Kadis Kesehatan, Kadis Kominfo, Kadis PUPR dan Bagian Perekonomian.

Surianto, selaku investor menyampaikan keinginannya berinvestasi di Madina ini karena Madina memiliki potensi sumber daya alam dengan kualitas ekspor. Selain memiliki pangsa pasar yang bagus, pengembangan investasi ubi kayu ini didukung jalur transportasi laut mengingat Pelabuhan Palimbungan Batahan Madina akan berfungsi.

Keinginannya mendirikan pabrik tepung tapioka di Madina ini sangat besar. Dia meminta luas lahan perkebunan ubi kayu yang kongkrit untuk mendukung pendirian pabrik tepung tapioka.

Surianto menjelaskan, untuk bahan baku pabrik tapioka proyeksinya minimum membutuhkan 500 ton ubi kayu perhari. Tentu harus didukung penyediaan bahan baku yang cukup.

Perkebunan Ubi Kayu di 3 Kecamatan

Untuk penyediaan bahan baku dibutuhkan lahan seluas 6.500 hektar. “Kita lihat dulu persiapan lahan apakah sesuai atau mencukupi dengan kapasitas minimum yang diharapkan,” ungkapnya.

Bupati Madina Dahlan Hasan Nasution mengharapkan dengan masuknya investor tersebut ke depan dapat menolong perekonomian warga di Madina. “Selain investor tepung tapioka sejumlah investor perikanan, peternakan sapi dan kambing juga menyatakan ketertarikannya berinvestasi di Madina,” tukas Bupati.

Kepala Dinas Pertanian Madina Taufik Zulhandra Ritonga menyebutkan lokasi yang direncanakan untuk mendukung perkebunan ubi kayu sebagai bahan baku tepung tapioka ini berada di Kecamatan Naga Juang, Kecamatan Bukit Malintang dan Kecamatan Siabu dengan luas lahan 6.492 ha, dan seluruhnya lahan masyarakat.*Inc-22