Anggota DPRD Medan, Renville Pandapotan

Medan-intainews.com:Untuk mengantisipasi warga yang sering membuang sampah ke drainase dan tidak pada tempatnya, perlu dilakukan sanksi tegas melalui Perda sampah. “Pemko Medan harus bertindak, melalui lurah dan camat sebaiknya bertindak tegas berlakukan Perda. Aktif melalukan sosialisasi Perda sampah,” tutur Renville.

Hal ini diutarakan anggota DPRD Medan dari Partai Solidaritas Indonesia [PSI] Renville Pandapotan Napitupulu kepada Intainews.com, Kamis 19 September 2019 di ruang kerjanya di gedung DPRD Kota Medan. Menurutnya, sampah masih saja menjadi problema bagi Pemerintah Kota [Pemko] Medan, karena sampah menjadi faktor penyebab tersumbatnya drainase.

“Sehingga saat hujan deras mengguyur Kota Medan, debit air tidak mampu dialirkan melalui drainase, akhirnya banjir meluap ke jalan dan masuk ke rumah-rumah warga. Ini semua terjadi akibat kurangnya tempat penampungan sementara [TPS] sampah di Kota Medan.

Pemko Medan, lanjut Pandapotan, sudah saatnya memikirkan untuk menyediakan tong-tong sampah di setiap simpang jalan Kota Medan, atau meyediakan tempat sampah di tempat-tempat yang banyak menghasilkan sampah. Supaya warga Kota Medan tidak membuang sampah di sembarang tempat.

Tidak sampai di situ, tambahnya, camat dan lurah bersama kepala lingkungan aktif pula melakukan pengawasan soal sampah. Perda sampah yang sudah dibuat dan disahkan oleh DPRD Medan harus dilaksanakan oleh Pemko Medan. Supaya sampah warga tidak lagi memenuhi drainase.

Padahal menurut Renville, warga sebenarnya mau untuk membuang sampah ditempatnya, apabila petugas kebersihan selalu melalukan sosialisasi Perda sampah. Namun yang sering terjadi kendala adalah kurang SDM armada pengangkutan sampah.

Renville mengaku, sebelum dirinya menjadi anggota DPRD Medan, sering melakukan dialog dengan warga soal sampah. Warga mau membayar penganngkutan sampah, tapi karena tidak ada tempat sampah dan sering tidak diangkut, ya dibuang ke parit [drainase] dan ke sungai. *Inc-03