Perwira Siregar

Tapsel-Intainews.com:Aksi unjuk rasa massa Aliansi Mahasiswa Pejuang Rakyat [Ampera] di depan kantor Bupati Tapsel, mendesak Bupati untuk mencopot Dirut RSUD Sipirok, Firdaus Batubara, yang diduga memotong uang honor pegawai rumah sakit.

Selain itu, mendesak Kasatpol PP untuk bertanggungjawab atas prilaku sewenang-wenang petugas Satppol PP diduga menganiaya anggota Ampera dalam aksi massa pekan lalu. Informasi dihimpun Intainews.com hingga Selasa 17 September 2019, aksi massa yang dilakukan Ampera, berujung bentrok dengan massa Himpunan Mahasiswa Islam [HMI] Cabang Tapsel-Sidimpuan.

Bentrok dua aksi massa Aksi diduga diawali saling ejek yang semestinya tidak perlu terjadi saat sama-sama dalam perjuangan menegakkan kebenaran terkait pemotongan gaji karyawan rumah sakit dan pembelaan terhadap Sekdakab Parulian. Apalagi dikabarkan dari bentrok tersebut menimbulkan luka-luka.

Sekretaris Umum Himpunan Mahasiswa Islam [HMI] Cabang Tapsel-Sidimpuan Periode 2018-2019, Perwira Siregar sangat menyesalkan sekaligus turut perihatin atas aksi unjuk rasa yang berujung tidak kondusif tersebut, apalagi sampai ada korban luka luka.

Sebelumnya, massa Ampera lebih dulu datang sejak pagi, dalam orasinya meminta Bupati Tapsel mengevaluasi dan menindak Dirut RSUD Sipirok. Sekira pukul 12.00 WIB, massa HMI datang memberikan dukungan kepada Pemkab Tapsel, khususnya Sekda Tapsel Parulian Nasution yang juga sebagai Ketua KAHMI Tapsel.

Massa HMI Cabang Tapsel-Sidimpuan mengatakan, HMI Padangsidimpuan merasa tidak patut apa yang dilakukan oknum yang telah melecehakan HMI dan KAHMI saat itu, karena tidak ada alumni HMI yang sebagai penjahat. *Inc-16