Gunungsitoli-Intainews.com:Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara melalui Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli menggelar sharing publik [foto] festival kuliner khas Nias di kantor Walikota Gunungsitoli, Selasa 3 September 2019.

Sharing publik yang dihadiri Wakil Walikota, Sekda, budayawan dan pelaku kuliner di Kota Gunungsitoli dibuka Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua. Saat membuka sharing publik, Walikota memberitahu jika kuliner khas Nias adalah makanan warisan nenek moyang yang menjadi bagian tradisi peradaban masyarakat Nias.

Tokoh budaya dan pelaku usaha kuliner khas Nias diminta untuk memberikan saran dan masukan supaya kuliner khas Nias terus dikembangkan. Dari Wali Kota diketahui ada sebanyak 156 jenis makanan atau kulier khas Nias yang hanya muncul pada acara atau waktu-waktu tertentu.

“Saat ini Pemko Gunungsitoli sedang merancang satu tempat yang setiap hari bisa menyajikan kuliner khas Nias, dan kemungkinan menjadi tempat sarapan pagi di Kota Gunungsitoli,” ungkapnya. Dia mengajak Dinas Pariwisata untuk mencari cara supaya masyarakat atau orang tua di Kota Gunungsitoli mau memperkenalkan kuliner khas Nias, dan disajikan di tempat wisata.

Sehingga lokasi pariwisata yang menyajikan kuliner khas Nias menjadi tujuan wisatawan hanya untuk menikmati kuliner khas Nias dan tidak perlu membawa makanan dari luar. Walikota juga berharap hasil sharing publik kelak dapat disosialisasikan, dan tidak ingin usai sharing publik tidak ada tindak lanjut.

Tidak lupa dia memberitahu jika festival kuliner digelar tanggal 11-13 September 2019 di Kota Gunungsitoli dalam memeriahkan Sail Nias 2019. “Kita menunggu ide ide yang baik pada sharing publik, sehingga yang tampil pada festival kuliner benar benar makanan khas Nias,” ungkapnya.

Sebelumnya Kepala Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli Meiman Harefa dalam laporannya menerangkan acara sharing publik digelar untuk melestarikan makanan khas Nias atau makanan warisan nenek moyang. Pada sharing publik diharapkan dapat menyepakati jenis jenis kuliner khas Nias yang akan dilestarikan di Kota Gunungsitoli. *Inc-12

  • Bagikan berita ini