Bupati Tapsel, H M Syahrul Pasaribu

Tapse-Intainews.com:Dari 33 kabupaten/kota se-Sumatera Utara, Tapsel masih tertinggal dalam hal kualitas pendidikan. Karenanya, upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan sinergitas berbagai komponen, kelompok keluarga dan satuan kependidikan lainnya.

Hal itu disinggung Bupati Tapanuli Selatan [Tapsel], Sumatera Utara, H Syahrul M Pasaribu pada saat penutupan sosialisasi penyelenggaraan pendidikan keluarga Kabupaten Tapsel, di aula Sarasi II kantor bupati, Sipirok, Selas 6 Agustus 2019.

Untuk itu peran seluruh kepala sekolah dan guru-guru selaku tenaga pendidik diperlukan lebih memahami tupoksinya masing-masing. Salah satu cara dalam memaknai hidup adalah dengan mensyukuri dan mencintai apa yang ada dalam kehidupan.

Syahrul juga menyinggung, peranan keluarga dalam pendidikan merupakan gerakan pendorong spesifik dalam membentuk karakter anak. Oleh karena itu, para orangtua diharapkan jangan menyerahkan peranan itu sepenuhnya kepada dinas ataupun pemerintah saja.

“Keterlibatan keluarga sangat penting dalam pendidikan anak. Tujuannya, agar karakter anak bisa terbangun sejak dini. Intinya, semua harus kerjasama, baik itu satuan pendidik, keluarga serta masyarakat,” ungkap bupati.
T

urut hadir Direktur Pendidikan Keluarga pada Kemendikbud RI Dr Sukiman, M.Pd, Kadis Pendidikan Tapsel Ahmad Ibrahim Lubis, kepala sekolah PAUD, SD, SMP, Pendidikan Non Formal [PNF] atau [PKBM], Forkala, Dewan Kesenian, komite dan pengawas sekolah. *Inc-16.