Gunungsitoli-Intainews.com:Dalam waktu dekat Polisi resor Nias [foto], Sumatera Utara melakukan klarifikasi terkait penahanan raport siswi SMK Negeri 2 Gunungsitoli Anaria Mendrofa [16] kepada pihak sekolah.

“Kita imbau agar foto Anaria Mendrofa saat meminta sumbangan untuk tidak diedarkan lagin di media sosial untuk menjaga psikologinya,” imbau Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan,S.Ik,MH ketika mengunjungi kediaman Anaria Mendrofa, Sabtu 27 Juli 2019.

Kapolres Nias saat mengunjungi kediaman Anaria Mendrofa di desa Tetehosiafia, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara mengaku kedatangannya bersama Kasat Reskrim untuk memberikan bantuan. Bantuan yang diberikan berupa santunan uang kepada Anaria Mendrofa yang diterima langsung Sonifati Mendrofa atau orang tua Anaria Mendrofa.

Dia tidak memberi semangat kepada Anaria Mendrofa agar tidak putus asa dalam menggapai cita cita. Anaria Mendrofa yang masih duduk dibangku kelas XI SMKN 2 Gunungsitoli diharapkan bisa menjadi kebanggaan keluarga, bangsa dan negara.

“Kami berjanji akan membantu menfasilitasi apa yang menjadi hak dan layak diterima keluarga Anaria yang kurang mampu supaya bisa menerima bantuan program keluarga harapan [PKH], beras sejahtera [Rastra] dan bantuan lainnya untuk keluarga kurang mampu,” janjinya.

Usai menerima santunan dari Kapolres Nias, Sonifati Mendrofa mengucapkan terima kasih dan mengaku sungguh merasakan kehadiran Polri sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat pada kejadian yang dialami anaknya.

Untuk diketahui, Anaria Mendrofa adalah anak pertama dari tujuh orang bersaudara. Anaria sebelumnya terpaksa meminta sumbangan karena ingin menebus raportnya yang ditahan pihak sekolah karena belum membayar uang komite selama enam bulan sebesar Rp 360 ribu. *Inc-12