Gunungsitoli-Intainews.com:Puluhan masyarakat berunjukrasa di kantor PTPLN Area Nias [foto] untuk memprotes pemadaman listrik yang kerap terjadi di Kepulauan Nias, Sumatera Utara, Kamis 11 Juli 2019.

Unjukrasa masyarakat mengatasnamakan diri LSM Mahkota dilakukan di depan kantor PT PLN Area Nias dengan membawa sejumlah barang elektronik yang rusak berupa bohlam lampu dan printer rusak.

Dalam orasinya, pengunjukrasa meminta PT PLN Area Nias menghentikan pemadaman listrik yang tidak sesuai prosedur, sehingga sangat meresahkan masyarakat Pulau Nias.

PT PLN Area Nias diminta menurunkan tagihan listrik masyarakat sebagai kompensasi atas pemadaman listrik yang terus terjadi, serta memberi ganti rugi atas alat-alat elektronik milik masyarakat yang rusak akibat pemadaman listrik yang terus terjadi di Pulau Nias.

Asisten manager bagian KSK atau Humas PT PLN Area Nias Yasmir ketika menerima pengunjukrasa mengaku berterima kasih atas imbauan dan masukan dari masyarakat Pulau Nias.

Menurut dia, PT PLN Area Nias akan mengakomodir semua harapan masyarakat terkait pemadaman, dan bagi mereka kedatangan masyarakat ke kantor PLN Area Nias menjadi pemacu untuk melakukan tindakan faktual.

“Kami akui masyarakat tidak percaya jika pemadaman yang kerap terjadi karena faktor alam, dan kami siap memberikan bukti,” ucapnya. Yasmir mengaku pembangkit milik PLN saat ini cukup  untuk mencover kebutuhan daya di Pulau Nias.

Namun dia mengungkapkan bahwa akibat gangguan alam dan binatang seperti ular, kelelawar dan burung penyebab pemadaman, dan berharap tidak dianggap rekayasa. Bahkan dengan tegas dia memastikan PLN tidak mau terjadi pemadaman, karena PLN pada intinya menjual arus listrik dan tidak ingin terjadi pemadaman.

“Petugas PLN tetap standby 24 jam, dan setiap terjadi gangguan, petugas PLN akan bergerak melakukan inspeksi jaringan sampai ke ujung penyulang di Nias Utara dan Nias Barat untuk mencari sumber gangguan,” ungkapnya.

Dia berjanji akan memberikan jawaban secepatnya, dan terkait tuntutan ganti rugi alat elektronik yang rusak dia berasumsi baru bisa diberikan jika pemadaman akibat kelalaian PLN. *Inc-12