Tapsel-Intainews.com:Dewi Sinaga, salah satu Warga Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) menyebut, menolak keras segela bentuk keributan pasca Pemilu 2019. Dia mengatakan hal itu saat berbelanja di pasar Sipirok, menolak keras segala bentuk keributan pasca Pilpres.

“Kami menolak segala bentuk keributan, karena kami nggak bisa bekerja. Kalau kami nggak bisa cari makan, dan kelaparan siapa mau bertanggung jawab,” ungkapnya yang tidak ingin sensara hidupnya akibat kerusuhan yang terjadi terus menerus.

Sementara seorang pedagang es cendol di Pasar Sipirok (foto), yang enggan disebutkan namanya menolak kerusuhan dengan bentuk-bentuk keributan dan kerusuhan pasca Pilpres 2019. Karena, katanya, dapat melumpuhkan perekonomian rakyat, khususnya masyarakat bawah. “Kami takut keributan pasca Pemilu 2019,” ungkapnya.

Ianya mengatakan, jika para peminpin cinta kepada negeri ini, tentunya harus memikirkan nasib rakyat kecil. “Jadi saya menolak dan tidak suka dengan keributan, yang menyebabkan masyarakat tidak bisa mencari nafkah, jadi kami orang kecil ini mau makan apa,” tukasnya.

Menurutnya, kalau terjadi keributan otomatis dirinya  tidak bisa bekerja untuk menutupi kebutuhan sehari-hari, “Kalau sudah begitu mau makan apa masyarakat ini, katanya cinta indonesia, ya kalau cinta harusnya memikirkan nasib rakyat dong, “tegasnya. Baginya, sebagai pemimpin dan calon pemimpin untuk tetap memikirkan kami rakyat kecil ini, kami butuh kesejahteraan hidup dan kedamaian. * Inc-16.