Anggota DPRD Kota Medan, Wong Chun Sen. Foto Istimewa

Medan-Intainews.com:Masyarakat harus ikut serta melakukan pengawasan terhadap pengawalan dan pengawasan terhadap penerimaan peserta didik baru (PPDB) online di daerahnya masing-masing. Jual beli kursi dan titipan pejabat A atau pejabat B perlu mendapat perhatian semua kalangan.

Hal itu ditegaskan anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi PDI Perjuangan Drs Wong Chun Sen, M.PdB, Kamis 13 Juni 2019, kepada wartawan di DPRD Medan. Menurutnya, saatnya kita menjalankan proses PPDB Online sesuai dengan aturan yang berlaku. Pemberlakuan zonasi juga harus diwaspadai oleh pihak sekolah.

Sebab, tutur Wong Chun, menjelang PPDB Online akan banyak warga yang mengurus surat pindah dan mendekat dengan sekolah yang dituju. Sementara kartu keluarga dan KTP belum ikut pindah. Aturan untuk hal ini sesungguhnya sudah diatur agar tidak terjadi lagi kecurangan dalam penerimaan peserta didik baru.

Pelaksanaan PPDB online digelar di Medan mulai 10 Juni sampai hasilnya diumumkan, perlu mendapat perhatian dari semua kalangan untuk memperbaiki kualitas pendidikan ke depan.

“Ini sangat perlu untuk memedomani surat edaran Surat Edaran Bersama Menteri Pendidikan dan Kebudayaan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2019 dan Nomor 420/2937/SJ tentang pelaksanaan PPDB di seluruh Indonesia, khususnya kota Medan,” ungkap Wong Chun Sen.

Imbauan menteri dalam surat edaran tersebut, tambah anggota DPRD Medan Wong, dalam poin 4 dikatakan ‘memastikan sekolah yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah di wilayah kerja dengan tidak melakukan tindakan jual beli kursi/titipan peserta didik/pungutan liar yang tidak sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemberlakuan zonasi dan aturan lainnya yang telah diatur dalam proses PPDB online akan membuka jalan terang bagi calon siswa dalam memilih sekolah yang diinginkannya. Kalau zonasinya tidak memungkinkan, pihak penyelenggara harus tegas dalam hal ini.

“Harapan kita, dengan adanya aturan baru sistem zonasi ini akan menghilangkan stigma sekolah favorit, sekolah titipan para pejabat dan sekolah yang memberlakukan jual beli kursi,” tandasnya. *Inc-03