Peta lokasi terjadinya gempa. Foto Istimewa

Gunungsitoli-Intainews.com:Gempa bumi berkekuatan 5,8 skala richter yang bersumber dari laut jarak 68 km tenggara Nias Selatan pada kedalaman 48 km sempat membuat panik warga Kita Gunungsitoli, Sumatera Utara.

Guncangan gempa yang terjadi, Minggu 2 Juni 2019 sekitar pukul 10.03.09 WIB terasa sampai Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias dan Kabupaten Nias Barat tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Kris salah seorang warga Kota Gunungsitoli mengaku sangat merasakan guncangan gempa, dan sempat panik dan hendak mencari tempat yang aman.

“Guncangannya sangat terasa, saat gempa saya lagi mengikuti kebaktian di gereja dan sempat panik dan hendak keluar,” terangnya. Namun dia sempat melihat beberapa jemaat gereja yang sedang menunggu kebaktian selesai keluar dari pagar gereja menyelamatkan diri.

“Saat kebaktian tiba-tiba kursi yang saya duduki berguncang dengan keras dan jemaat sempat ribut dan mengatakan gempa, tetapi tetap kebaktian tetap dilanjutkan,” ujarnya.

Djati Cipto Kuncoro, kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMKG) Gunungsitoli melalui pesan singkat memberitahu gempa tidak berpotensi tsunami dan terjadi sekitar pukul 10.03.09 WIB.

Dari hasil analisis BMKG, diketahui jika gempa bumi yang terjadi memiliki kekuatan 5,8 skala richter pada koordinat 0,52 LU dan 98,39 BT, atau tepatnya di laut pada jarak 68 km tenggara Nias Selatan pada kedalaman 48 km.

Memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenter, tampak bahwa gempa bumi tersebut termasuk dalam klasifikasi gempa bumi dangkal dan
gempat terjadi akibat aktivitas subduksi lempeng Indo-Australia ke bawah lempeng eurasia.

Atau tepatnya di zona megathrust yang merupakan zona subduksi lempeng yang berada di samudera hindia sebelah barat Sumatera, dan konvergensi kedua lempeng tersebut membentuk zona subduksi yang menjadi salah satu kawasan sumber gempabumi yang sangat aktif di wilayah Sumatera.

Dia juga menerangkan jika dari hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa bumi ini dipicu oleh penyesaran kombinasi penyesaran mendatar-turun turun (oblique-normal Fault). Selain di Kota Gunungsitoli, guncangan gempa bumi juga dirasakan di Padang Panjang, Bukit Tinggi dan Pasaman Barat, Sumatera Barat, kemudian di Kabupaten Nias Barat dan Kabupaten Nias.

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa bumi tersebut dan kita imbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” ucapnya. Masyarakat juga diminta memastikan informasi resmi hanya bersumber dari BMKG yang disebarkan melalui kanal komunikasi resmi yang telah terverifikasi. * Inc-12