Gunungsitoli-Intainews.com:Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) melarang fasilitas kesehatan yang telah menjalin kerjasama dengan BPJS meminta tambahan biaya pelayaan atau menyuruh pasien yang tetdaftar pada BPJS membeli obat.

Apabila ada ditemukan, peserta BPJS bisa melapor ke kantor cabang BPJS dan mengklaim biaya yang telah dikeluarkan untuk membeli obat atau tambahan biaya pelayanan medis.

Hal tersebut ditegaskan oleh staf komunikasi kantor cabang BPJS Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Trianto Siagian (foto) ketika di temui di ka tor cabang BPJS Gunungsitoli, Jalan Diponegoro, Kota Gunungsitoli, Senin 13 Mei 2019.

“Apabila ada layanan kesehatan yang bekerjasama dengan BPJS mengutip biaya pelayanan atau tambahan beli obat, jika keberatan peserta BPJS bisa melapor ke kantor BPJS dengan mengisi formulir laporan sebagai dasar BPJS menindaklanjuti temuan atau laporan tersebut,” jelasnya.

Tempat layanan kesehatan seperti Rumah sakit atau klinik yang terbukti melakukan kutipan akan diberi teguran dan diimbau mengembalikan uang yang telah dikutip kepada peserta BPJS.

Jika Rumah Sakit atau Klinik tersebut terus mengulangi kesalahan, maka BPJS akan memberikan sanksi adminitrasi atau kontrak kerjasama diputus. Dari Trianto diketahui, seluruh biaya pengobatan dan jasa medis peserta BPJS yang berobat di Rumah Sakit atau Klinik yang bekerjasama dengan BPJS ditanggung oleh BPJS.

“Obat yang ditanggung BPJS hanya obat yang telah ditentukan sesuai standar formularium nasional, sedangkan obat yang tidak sesuai standar formularium nasional atau berdasarkan permintaan pasien tidak ditanggung oleh BPJS,” jelasnya.

Dia mengakui ada rumah sakit dan klinik yang masih melanggar walau BPJS sudah melakukan sosialisasi secara langsung maupun tidak langsung. Untuk itu, BPJS merangkul kepala desa, puskesmas dan semua pihak untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat. *Inc-12