Anggota DPRD Kota Medan, Drs Wong Chun Sen, M.Pd.

Medan-Intainews.com:Orang asing yang ingin bekerja di Indonesia harus mematuhi peraturan-peraturan dan ada Perda mengatur untuk mendapatkan APBD kota Medan. Jika Pendapatan Asli Daerah (PAD) tidak diberikan, maka bagaimana kesejahteraan masyarakat Kota Medan akan diberikan untuk kesejahteraan rakyat.

Hal itu dikatakan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Drs Wong Chun Sen, M.Pd.B dalam sosialisasi ke-VIII (delapan) memperkenalkan kepada masyarakat Jalan Seser, Kelurahan Sidorejo Hilir, Kecamatan Medan Tembung, Kota Medan. Terkait adanya Peraturan Daerah (Perda) Kota Medan No. 2 Tahun 2017 Tentang Retribusi Perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA), Sabtu 13 April 2019.

“Contohnya, kita ingin memberikan bantuan seperti Kartu Indonesia Sehat (KIS) kepada masyarakat. Darimana itu didapatkan, tentu dari retribusi-retribusi yang kita ambil. Ini salah satu contoh dimana retribusi izin mempekerjakan orang asing ini di pusat (Jakarta-red). Artinya orang asing yang bekerja di Indonesia, mereka harus membayar khusus pengurusan IMTA,” jelas Wong.

Perpanjangan IMTA, lanjutnya, adalah izin yang diberikan Walikota atau Pejabat yang ditunjuk kepada pemberi kerja tenaga kerja asing sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Tenaga kerja asing adalah warga negara asing pemegang visa dengan maksud bekerja di wilayah daerah.

Diungkap Wong Cun Sen, Pada Bab VI (enam) pasal 8 Perda Nomor 2 Tahun 2017, terkait struktur dan besarnya tarif retribusi perpanjangan IMTA sebagaimana dimaksud dalam pasal 6 ayat (1) sudah titetapkan sebesar USD 100 (seratus dollar AS) per orang setiap bulannya.

“Jadi kalau dia menginap di Indonesia selama satu tahun, tarif retribusinya sebesar USD 1200 (seribu dua ratus dolar AS) per orangnya. Bayangkan kalau orang asingnya ada 50 (lima puluh) ribu orang, berapa miliar yang kita dapat. Pendapatan-pendapatan inilah yang perlu kita ketahui,” tegasnya di hadapan ratusan tamu undangan dan Wartawan yang ada di lokasi.

Tambah Wong, banyaknya perusahaan-perusahaan asing yang berdiri harus diketahui izin tinggal Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di Indonesia. Harus diketahui, mereka itu memiliki izin apa tidak, izin mereka sudah lewat over stay (masa tinggal) tidak?,

“Peraturan-peraturan sepert ini kita harus paham mengenai Perda-Perda yang sudah ada ini. Banyak permasalahan mengenai tenaga kerja asing seperti bulan-bulan yang lalu dihebohkan banyaknya orang asing yang masuk ke Indonesia,” Tutur Wong.

Untuk itulah, tukas Wong Cun Sen, Perda ini kita perbuat tentang orang asing.” Kalau mereka (orang asing) masuk selagi mereka membayar retribusi, punya izin resmi, tidak masalah. Yang jadi masalah apabila mereka masuk tanpa ada izin. Karena dengan tanpa izin, maka negara kita telah dirugikan. Mana retribusinya, di mana dan pekerjaan mereka apa kita harus tahu,” tandas Wong Cun Sen. *Inc-03