Sergai-Intainews.com:Peletakan batu pertama pembangunan Masjid Agung di Desa Firdaus, Kecamatan Serdangbedagai (Sergai), Sumatera Utara Kamis 4 April 2019 (foto). Ketua MUI H Lukman Yahya mengucapkan syukur dan terima kasih atas terwujudnya pembangunan Masjid Agung yang sangat diidam-idamkan.

Ketua Dewan Masjid Sergai H Darwis Rambe menuturkan, Pembangunan Masjid ini mendapat apresiasi dan menjadi kebanggaan. Sejak dimekarkan Kabupaten Sergai, telah berdiri 670 masjid yang tersebar di 17 Kecamatan, dengan 524 mushalla yang membuktikan masyarakat Sergai memiliki landasan keimanan yang kuat.

Menurut Bupati Sergai yang didampingi Wakil Bupatai Darma Wijaya menuturkan, masjid merupakan sebaik-baiknya tempat di muka bumi ini untuk peribadatan seorang hamba kepada Allah Swt. Masjid Agung Kabupaten Sergai ini dibangun dengan biaya APBD 2019 dengan total nilai pagu 51 miliar.

“Dana buat bangun Masjid Agung adalah kontribusi dari seluruh masyarakat Kabupaten Sergai, sehingga harapannya nanti Masjid Agung ini dapat kita makmurkan secara bersama-sama,” tukas Bupati.

Di depan lokasi Masjid Agung ini ada pintu ketiga Jalan Tol Medan-Tebingtinggi-Kualanamu (MKTT) yang ada di Kabupaten Sergai selain pintu di Sei Sejenggi, Sei Bamban serta Rambutan. Masjid ini direncanakan dikonsep menjadi semacam rest area dapat melihat pemandangan yang teduh seperti oase.

“Setelah pembangunan masjid yang representatif ini selesai, seagai merawat dan memakmurkan masjid adalah tantangan tersendiri, namun jika tidak kita mulai dari membangun bagaimana kita akan merawat dan meningkatkan kemakmuran serta hal lainnya,” tutur Soekirman.

Disebut Bupati dirinya ingin sampaikan mohon dukungan dari semua pihak termasuk DPRD, mengingat lokasi ini jauh dari penduduk, mungkin perlu difikirkan dibentuk pengelolanya dalam Unit Pelaksana Teknis (UPT) sehingga dapat bertanggung jawab.

Setidaknya untuk lima tahun ke depan seperti halnya masjid-masjid di Aceh yang tertata baik dengan adanya pengelolaan dalam bentuk unit tersebut. Semoga Masjid ini kelak akan menjadi pemersatu umat dengan segala keberagamannya yang bukan hanya Rahmatan Lil Muslimin (rahmat bagi umat Muslim), tetapi juga Rahmatan LilRahmatan Lil Alamin (rahmat bagi sekalian alam). *Inc-14