Kisaran-Intainews.com:Ketua TP PKK Kabupaten Asahan, Sumatera Utara Winda Fitrika Taufan Gama Simatupang berkomitmen penuh untuk menekan angka stunting di wilayah tugasnya. Kegiatan yang berhubungan dengan penanganan stunting telah masuk dalam program kerja PKK Asahan (foto).

“Pemkab Asahan melalui TP PKK mendorong agar ibu-ibu untuk melakukan pemeriksaan kehamilan minimal 4 kali serta memberikan tambahan darah minimal 90 tablet selama kehamilan,” ujar Winda Fitrika, Sabtu 23 Maret 2019.

Disebutkannya, akan selalu memberikan bimbingan dan dorongan kepada seluruh pengurus PKK sampai ke tingkat Desa, dengan tujuan selalu memberikan pengetahuan kepada ibu-ibu tentang pentingnya memperhatikan kesehatan dan gizi pada masa kehamilan serta setelah melahirkan.

“Kita juga berharap ke depan dengan bantuan semua perangkat yang ada di Kabupaten Asahan angka stunting dapat dituntaskan atau paling tidak dapat ditekan. Ini agar cita-cita yang terkandung dalam Nawacita membangun generasi emas dari pinggiran dapat terwujud,” ujar Winda.

Namun upaya menghadirkan generasi emas Indonesia, khususnya di Kabupaten Asahan dibayangi kehadiran stunting (gagal tumbuh) yang masih mengancam. Stunting merujuk pada kondisi tinggi anak yang lebih pendek dari tinggi badan yang seumurannya.

Stunting terjadi diakibatkan kekurangan gizi dalam waktu lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Indonesia pada saat ini sedang mengalami masalah dengan stunting. Hasil riset kesehatan dasar tahun 2013 menunjukkan prevalensi stunting mencapai 37,2 persen.