Komunitas pencinta lingkungan diabadikan bersama sebelum turun beranyut di Sungai Deli

Medan-Intainews.com:Salah seorang dari komunitas lingkungan di Medan, Donny menjelaskan, di Sungai Deli, dia dan 50 teman lainnya menyaksikan, banyaknya warga yang masih terus membuang sampah ke Sungai Deli. Bahkan ada sampah yang sampai menggunung di pinggir sungai dibiarkan membusuk sehingga menimbulkan aroma tak sedap.

“Dulu ketika kami masih kecil beranyut di Sungai Deli, airnya sangat bersih dan tidak ada bau sampah,” tuturnya. Donny berharap event serupa dapat digelar kembali, dengan mengikutkan lebih banyak peserta menggandeng sejumlah komunitas peduli lingkungan, agar dapat menjadi saksi hidup, bahwa Sungai Deli sangat buruk.

Kondisi Sungai Deli yang sangat buruk itu diketahui, setelah komunitas remaja tahun 90-an yang berdomisili di Kampung Aur, Kelurahan Aur, Kecamatan Medan Maimun, Sumatera Utara menggelar event Beranyut Massal di Sungai Deli, Minggu 17 Maret 2019.

Kegiatan Beranyut Massal diikuti 50 orang dengan menggunakan ban dalam mobil bekas, mengarungi Sungai Deli sejauh 4 km dari Taman Edukasi Avros hingga ke jembatan Holland Verenegling Amsterdam (HVA) Kampung Aur, Jalan Letjend Soeprapto, Medan.

“Beranyut massal ini pertama kali kami gelar. Dulu, 25 tahun lalu ketika masih remaja kami memiliki hobi beranyut di Sungai Deli dari Desa Pamah, Delitua Deliserdang hingga Kampung Aur,” ucap Donny, selaku Ketua ABG 90-an, yang menggagas event Beranyut Massal ini,
didampingi Sekretaris Ardiansyah.

“Memang melelahkan tapi sangat menyenangkan. Banyak pengalaman didapat. Antara lain air Sungai Deli sangat dangkal, sehingga banyak peserta yang berjalan di kawasan yang airnya dangkal. Tapi ada juga yang sangat dalam,” ungkap Donny. Kegiatan komunitas lingkungan ini mendapat apresiasi senior mereka.

“Kami mendukung kegiatan adik-adik kami. Ini ide luar biasa yang mereka buat,” ucap Heri Tobing, yang ikut menjadi peserta, didampingi Darmin dan Syafri Cap. *don