N0.52

Sore ini kita harus ketemu, kalau tidak tanggung akibatnya. Pak Bon seperti mengancam dan mematikan handphonenya.

Intainews.com:Pagi ini udara sejuk karena malam tadi turun hujan amat deras. Air hujan dan embun berbaur di atas dau-daun dan kembang di halaman rumah Zuliana. Usai shalat subuh di udara yang sejuk bersama suami, Zuliana segera menyiapkan sarapan, nasi goreng, dan telur mata sapi. Suaminya tidak tinggal diam, dia memasak air panas untuk membuat  susu utuk dirinya, Zuliana dan Mama. Selanjutnya, mereka makan satu meja dengan Mama. Zuliana kelihatan seperti biasa, terburu-buru untuk berangkat kerja. Mama senang sekali melihat Ana dan suaminya kompak saling bantu. Mama mengatakan kepada menantunya Ana memang begitu, buru-buru untuk sampai di kantor supaya tidak ketinggalan apel pagi.

“Bagus itu Ma, karyawan yang baik harus disiplin,” ujar Daham. Setelah berhenti sarapan  Zuliana kembali ke kamar untuk berdandan dan berhias.

“Ya, sakin disiplinnya, Ana sering sekali pulang pagi. Harus bergadang menyiapkan pekerjaan yang mengejar target,”kata mama menjelaskan. Mama tidak tahu apa yang dilakukan anaknya sampai pulang pagi. Suami Zuliana tidak menanggapi, dia hanya mengangguk-angguk pelan. Mama kembali bercerita tentang Ana.

“Kadang-kadang Ana seperti anak kecil, manja dan tak peduli di mana pun dia memeluk dan menciumi Mama,” kata Mama.

“Saya maklum Ma,…” Tiba-tiba Ana keluar dari kamar sudah berseragam pegawai negeri, langsung mencium Mama dan mencium suaminya lalu  keluar rumah. Daham menyusul Ana untuk membuka pintu pagar. Sambil memanaskan mobil Ana berkata.

“Bang jangan lupa nanti abang belajar nyetir mobil. Pulangnya nanti sore Ana jemput abang,..” Suaminya mengacungkan jempol tanda setuju. Tak lama Ana melambaikan tangan dan hilang menuju kantor. Dalam perjalanan handphonenya yang baru, berdering, oh Pak Bon menghubunginya.

“Halo,…Pak,…”

“Ana, kakakmu, istri saya tidak ada.”

“Innalilahi wainnailaihi rajiun,…..jenazahnya di mana Pak?”

“Sudah dikebumikan tiga hari yang lalu…,”

“Kenapa Ana baru diberitahu sekarang?”

“Maaf Ana, bapak sibuk,…. Oke bisa kita ketemu dua jama lagi sayang?”

“Aduh…pak, Ana baru masuk kerja hari ini,…”

“Kalau begitu kita ketemu sore, tidak lama-lama, ada yang mau bapak katakan kepada Ana. Ini penting sekali Ana.”

Namun Ana tetap bertahan untuk tidak bertemu dangan Pak Bon, bagaimana dengan suaminya yang dijanjikan akan dijemput dan pulang bersama. Ana kembali mengatakan alasan kepada Pak Bon, bahwa dirinya sedang haid. Lelaki itu tetap ingin bertemu, bukan untuk bercinta. Tetapi ada sesuatu yang sangat penting akan dikatakan kepada Ana, setelah istrinya sudah tidak ada.

Ana diam dan bertanya, apa gerangan yang akan dikatakan Pak Bon kepada dirinya? Akhirnya Pak Bon mengatakan dengan tegas. Sore ini harus ketemu, kalau tidak tanggung akibatnya. Pak Bon seperti mengancam dan mematikan handphonenya. Dihubungi lagi oleh Ana sudah tidak aktif, bersamaan dengan dirinya tiba di kantor dan segera mengikuti apel pagi. Hatinya terus bertanya, apakah yang harus dikatakan Pak Bon, apakah ia harus nenurutinya? * Bersambung