Gunungsitoli-Intainews.com:Pelajar asal Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara meriahkan acara Milenial Road Safety Festival (MRSF) yang dilaksanakan Polisi Resor Nias di Taman Ya, ahowu, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Sabtu 2 Maret 2019.Acara diawali gerak jalan santai, diisi atraksi barongsai, maena kolosal, pembacaan deklarasi berlalu lintas dan fashion show personel polisi.

Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan, memberitahu tujuan MRSF untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya tertib berlalu lintas di jalan raya, selain itu untuk menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi generasi muda milenial.

“Lalu lintas adalah urat nadi kehidupan dimana masyarakat dapat hidup, tumbuh dan berkembang jika memiliki produktivitas hidup dari aktivitas sehari hari, dan hal tersebut tidak lepas dari mobilitas keseharian melalui infrastruktur lalu lintas, sehingga butuh sistim lalu lintas yang tertib, aman dan lancar untuk menciptakan rasa aman kamseltibcarlantas di jalan raya,” jelasnya.

Menurut Kapolres Nias, berdasarkan data WHO-PBB, kecelakaan lalu lintas berada pada urutan kelima penyebab kematian tertinggi di dunia setelah penyakit jantung koroner, paru paru, diabetes dan tbc.

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi di wilayah hukum Polres Nias tahun 2018 mencapai 121 kasus, korban meninggal dunia 26 orang, luka berat 36 orang, luka ringan 191 orang dan kerugian material Rp 137.300.000.

Para pelaku dan korban kecelakaan lalu lintas yang terjadi didominasi kaum muda/milenial kurang lebih sebanyak 54 persen, dan dari data Bappenas tahun 2018, kaum milenial di Indonesia mencapai 90 juta orang, yang dimaksud kaum milenial adalah generasi muda yang berumur 17 – 35 tahun.

Kaum milenial dianggap spesial karena generasi tersebut sangat berbeda dari generasi sebelumnya, apalagi dalam hal yang berkaitan dengan tekhnologi, generasi milenial memiliki ciri khas tersendiri, yaitu lahir pada saat televisi berwarna, handphone dan internet sudah diperkenalkan.

“Generasi ini memiliki mobilitas tinggi di jalan raya, sehingga menyebabkan korban kecelakaan di jalan raya didominasi kaum yang masih produktif (milenial), sehingga kejadian tersebut sangat menghawatirkan, karena dapat mengurangi angkatan kerja dan mengancam potensi sumber daya manusia generasi pemimpin nasional di masa mendatang,” tuturnya.

Kepolisian negara republik Indonesia khususnya fungsi lalu lintas bersama instansi terkait pemangku kepentingan di bidang lalu lintas tetap berupaya menggelorakan tertib berlalu lintas kepada masyarakat, tertib berlalu lintas digelorakan dengan melakukan penyuluhan melalui media cetak, elektronik, media sosial, penyebaran spanduk banner dan lain lain.

Salah satu program kakorlantas polri yang digagas perkumpulan gerakan kebangsaan (PGK) dan relawan lalu lintas (relasi) untuk menggelorakan tertib berllau lintas pada tahun 2019 adalh MRSF, tema MRSF adalah “Mewujudkan generasi milenial cinta lalu lintas menuju indonesia gemilang” dan dilaksanakan di seluruh indonesia di 34 provinsi mulai tanggal 2 Februari sampai 31 Maret 2019. *Inc-12