Gunungsitoli-Intainews.com:Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara diminta untuk lebih memantapkan kegiatan seputar kesiapsiagaan bencana. Koordinator CDRM dan CDS mengatakan, sinergi program CDRM & CDS dengan program pemerintah direncanakan melalui Musrenbangdes dan RPJMdes, dan dilaksanakan bersama sama atau berkolaborasi (.

“Kami berharap program Center For Disaster Risk Management and Comunnity Development Studies (CDRM & CDS) ke depan bisa bersinergi dengan program pemerintah yang sudah ada,” harap koordinator CDRM dan CDS Kepulauan Nias Dedi Telaumbanua pada workshop pembangunan kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana di Hotel Nias Palace, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis 21 Februari 2019.

Menurutnya CDRM dan CDS saat ini sangat sulit masuk ke dalam isu pembangunan lebih perpektif untuk pengurangan bencana di desa, karena sudah ada aturan baku, dimana kegiatan desa saat ini lebih fokus pada pembangunan, sedangkan program CDRM dan CDS lebih fokus pada kegiatan pengurangan bencana.

Kepala bidang kesiapsiagaan dan pencegahan bencana, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Gunungsitoli Darius Zebua mengakui jika peran lembaga sangat penting dalam penanggulangan bencana.

“Saya mewakili Kepala Pelaksana BPBD Kota Gunungsitoli sangat menghargai usaha usaha yang dilakukan lembaga seperti CDRM dan CDS, dan memberitahu jika Kota Gunungsitoli adalah daerah rawan bencana,” ungkapnya.

Darius menyebutkan, Pemko Gunungsitoli saat ini belum mampu mengurangi resiko bencana, dan menganggap sangat perlu dilakukan upaya penanggulangan bencana di Kota Gunungsitoli.

Dia mengajak peserta workshop untuk mengikuti kegiatan workshop secara seksama, dan mengatakan perhatian pemerintah terhadap penanggulangan bencana sangat tinggi. “Risiko tinggi bencana yang ada di Kota Gunungsitoli adalah bencana gempa, tsunami, tanah longsor dan abrasi,” terangnya. *Inc-12