Jojon bersama kedaraan vespa dimodif jadi becak kayu

Padangsidimpuan-Intainews.com:Dengan bahan yang sederhana dan relatif murah serta mudah didapat khususnya di daerah Tapanuli Selatan, Ponikin lebih dikenal dengan Jojon dengan becak uniknya. Kerjanya sehari-hari pegawai kebersihan.

Jojon ini sering melawak di acara-acara di Pemko Padangsidimpuan. Selain itu dia bekerja sebagai Buruh Harian Lepas (BHL) yang telah dijalaninya 36 tahun lamanya. Awalnya, katanya, dia bekerja sebagai petugas kebersihan di stadion Naposo Padangsidimpuan.

Jojon kini sebagai petugas kebersihan di Dinas Lingkungan Hidup. Perawakannya tinggi, dan wajahnya memang mirip dengan tokoh pelawak almarhum Jojon. Dan orang-orang menggelarnya Jojon Asli tapi Palsu (Aspal).

Sebagai petugas kebersihan Jojon Aspal bekerja dari pukul 8.00 sampai dengan pukul 18.00 WIB, dengan memperpanjang waktu kerja alias lembur. “Sebagai tambahan, sekarang ini kalau tak ada sampingan susah hidup bang,” ujar Jojon Aspal.

Nah, selain itu Jojon di kenal di Kota Padangsidimpuan dengan kendearaan Vespa uniknya. Kenderaan Vespa sprint tahun 1978 terbilang lama, setia menemaninya sebagai alat trasportasi pulang pergi kerja dan membawanya ke mana saja.

Diakhir November 2018 terbersit dalam pikiran Jojon untuk memodifikasi Vespa Sprintnya yang sudah berjasa menemaninya untuk dijadikan becak. Namun becak yang ada dalam pikirannnya tidak seperti kebanyakan becak di kota Padangsidimpuan.

Becaknya dirakit tidak menggunakan besi dan pakai las. Becak roda tiga ini lebih ramping dan dibuatnya dari bahan kayu ingul (suren) kayu tahan air dan tahan lembab serta kuat saat terpanggang matahari. Untuk menyatukan potongan kayu tersebut digunakan lem kayu dan paku keling.

Model kendaraan becak ini sangat berbeda dengan kebanyakan becak lain. Becak karya Jojon As dengan modifnya tetap dapat dipakai untuk membawa manusia, juga mengangkat barang-barang sehingga berfungsi ganda. Begitulah cerita Jojon.* Inc-16-19.