Gunungsitoli-Intainews.com:Masyarakat apresiasi pemasangan kanopi di jalur evakuasi atau gang kebakaran yang ada di samping toko kain UD. Orimbun di Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara (foto).

“Pemasangan kanopi di jalur evakuasi atau gang kebakaran samping toko kain UD Orimbun saya kira berdampak positif, karena jalur evakuasi tersebut kini tetap bersih dan tidak ada lagi genangan air setiap hujan, ” kata pemerhati pembangunan Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara Siswanto Laoli, Rabu 6 Februari 2019.

Menurut Siswanto, sebelumnya jalur evakuasi atau gang kebakaran penghubung jalan Gomo dan jalan Sirao yang ada di Kota Gunungsitoli tersebut sangat kotor karena sering dijadikan sebagai tempat pembuangan sampah. Bahkan jalur evakuasi tersebut juga kerap dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba karena lokasinya agak gelap dan jarang dilalui kendaraan.

“Setelah dipasang kanopi dan lampu pada malam hari, jalur evakuasi tersebut kini tetap bersih dan terang jika malam hari, sehingga pengguna jalan merasa aman jika lewat di sana, ” terang Siswanto. Dia bahkan mengatakan, jika sisi positif lainnya pemasangan kanopi di jalur tersebut membuat jalan tersebut awet dan tidak mudah rusak karena tidak lagi digenangi air jika hujan.

Penanggungjawab Ud Orimbun Firmansyah yang ditemui sebelumnya mengaku jika pemasangan kanopi atas inisiatif sendiri, dan memasang kanopi untuk kepentingan bersama. “Kita pasang kanopi karena setiap hujan jalur tersebut sering digenangi air dan percikan air hujan kadang masuk dan merembes ke dalam toko kain kita, ” jelasnya.

Ardiansyah mengaku jika dia memasang kanopi pada jalur tersebut sejak awal tahun 2018, dan selain kanopi, dia juga memasang lampu pada kanopi agar jalan tersebut tetap terang di malam hari. “Sebelum kami pasang kanopi, jalan ini sangat kotor dan sering jadi tempat pembuangan sampah, bahkan kami dengar info sering dijadikan sebagai tempat transaksi narkoba, ” tuturnya.

Dia tidak keberatan jika pemerintah Kota Gunungsitoli meminta dia untul membongkar kanopi tersebut apabila dianggap mengganggu keindahan atau pengguna jalan dan menyalahi aturan. “Jalur ini sering dilalui kendaraan dan tidak pernah ada yang komplain kepada kita setelah kita pasang kanopi, bahkan kalau hujan banyak warga yang berteduh di bawah kanopi yang kita pasang pada jalur evakuasi ini, ” ungkapnya. *Inc-12