Medan-Intainews.com:Warga Sicanang yang tergabung dalam Forum Masyarakat Sicanang (Formasi) melakukan aksi damai untuk yang ke dua kalinya. Karena kecewa dengan kegiatan penimbunan tanah yang merugikan masyarakat, badan jalan penuh lumpur dan licin (foto).

Menanggapi keluhan warga tersebut, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Medan, Mulia Asri Rambe, SH kepada wartawan mengatakan penimbunan lahan kosong yang menyebabkan kondisi jalan berlumpur, pelaku usaha seharusnya mematuhi aturan yang berlaku dan tidak menjadikan badan jalan kotor dan berlumpur.

“Sepanjang jalan yang terkena lumpur harus dibersihkan oleh pelaku usaha, jangan dibiarkan begitu saja, pantas saja warga marah,” terang Bayek sapaan akrab Mulia Asri Rambe. Menurutnya, warga masyarakat di Sicanang jangan takut, jika melihat ada ketidakberesan di lingkungan apalagi sampai membahayakan warga yang berkenderaan di jalan penuh lumpur itu.

“Kita mintakan kepada camat dan lurah, agar lebih peka dan peduli terhadap permasalahan warganya tersebut,” tegas Mulia Asri Rambe. Sebaiknya Pihak Polres KP3 Belawan, pemerintah setempat turut hadir untuk memantau penimbunan yang merugikan warga tersebut.

Pelaku usaha penimbunan rawa, menurut warga, telah melanggar aturan yang memancing kemarahan masyarakat. Warga menuntut agar pelaku usaha bertanggungjawab terhadap dampak yang terjadi akibat adanya kegiatan penimbunan lahan tersebut.

Untuk itu, sambung Togu, agar pelaku usaha terlebih dahulu melengkapi izin usaha, sterilkan tanah dan lumpur yang berserakan di badan jalan. Beredar informasi proyek penimbunan lahan kosong sampai saat ini belum diketahui nama perusahaannya, karena tidak ada plank proyek di lokasi penimbunan yang menyebabkan badan jalan berlumpur. *Inc-03