Binjai-Intainews.com:Kota Binjai, Sumatera Utara selama ini sebagai kota jasa, ke depan akan menjadi kota industri. Hal ini ditegaskan Walikota Binjai HM Idaham, baru-baru ini saat peletakan batu pertama renovasi Masjid Ubudiyah Jalan Gaharu, Kelurahan Jati Makmur, Kecamatan Binjai Utara.

Kota industri akan terwujud, setelah lahan seluas 132 ha, sudah diserahkan kepada Pemko Binjai diakhir 2018 (foto). Lahan seluas 132 ha di Kelurahan Tuggurono, Kecamatan Binjai Timur semula lahan PTPN 2 dan Pemko Binjai memprogram menjadi Kawasan Industri Binjai (KIB).

Pelaksanaannya juga harus diprogram secara konperenship, apalagi lokasi itu berada dekat pintu tol Binjai Medan. “Kita mempersiapkan KIB yang lokasinya strategis berada di dekat pintu tol Megawati diharapkan mampu meningkatkan PAD Kota Binjai,” ujarnya.

Direktur Eksekutif LSM For People Binjai Samsuddin Damanik mengatakan Senin 7 Januari 2019, dia sangat merespon program Walikota HM Idaham membangun KIB di lahan seluas 132 ha. Namun Samsuddin Damanik mempertanyakan lokasi untuk KIB 132 ha itu, apakah termasuk lahan yang dikeluarkan dari areal PTPN 2 melalui SK BPN No. 42, 43 dan 44.

“Sebab di lahan yang dikeluarkan dari HGU PTPN 2 ada peruntukan RT/RW Kota Binjai yang sudah disahkan oleh DPRD. Jika lokasi KIB terkena lahan peruntukan RT/RW seluas 112 ha, DPRD Binjai wajib mempertanyakan serta mengubah Perda RT/RW Pemko Binjai,” ujarnya.

Samsuddin Damanik juga mempertanyakan adanya instansi di luar Pemko Binjai menguasai lahan yang diperuntukan kepada Pemko Binjai. “Sebab SK BPN No.42,43 dan 44, dicantumkan, penguasaan lahan yang dikeluarkan dari HGU PTPN 2 harus lebih dahulu memperoleh izin dari Menteri BUMN,” tegas Samsuddin. *Inc-08