Polisi dan masyarakat melakukan pencarian

Nias Utara-Intainews.com:Warga desa Sisarahili Ekholo, Kecamatan Lolowau, Nias Selatan, Sumatera Utara Kris Jun Gulo dan Caris Sincere Dalasmar Gulo hilang saat berenang di lokasi objek wisata pantai Tureloto, Nias Utara, Sumatera Utara, Kamis 3 Januari 2019..

“Kedua korban hingga saat ini belum ditemukan dan sedang dalam pencarian oleh pihak Polsek Lahewa dan warga,” terang Kapolres Nias AKBP Deni Kurniawan melalui Ps Paur Humas Polres Nias Bripka Restu Gulo, Kamis.

Menurut Restu, kejadian berkisar pukul 14.00 WIB, dimana kedua korban yang masih saudara kandung bersama enam rekannya Hanes Halawa, Andi Santo Zalukhu, Andi Putrajaya Waruwu, Noverianus Lase, Sudirman Halawa dan Orianus Halawa rekreasi di pantai Tureloto.

Mereka menumpang perahu milik warga bernama Surianto Gulo ke lokasi pantai pasir putih yang jarak kurang lebih 200 meter dari pantai Tureloto atau di tengah laut. “Saat di pantai pasir putih mereka ditinggalkan perahu dijemput kembali 30 menit kemudian untuk kembali ke pantai Tureloto,” ungkap Restu.

Di tengah perjalanan, korban bersama tiga rekannya Hanes Halawa, Andi Santo Zalukhu dan Noverianus Lase terjun ke laut untuk berenang menuju pantai. Sedangkan kapal yang dikemudikan Surianto terus melaju menuju pantai, tetapi karena kelimanya tak kunjung tiba dipantai, perahu kembali menjemput.

Namun, hanya Hanes Halawa, Andi Santo Zalukhu dan Noverianus Lase yang ditemukan dan naik ke atas perahu, sedangkan kedua korban hilang. Rekan korban kemudian melapor ke Polsek Lahewa, Nias Utara dan personel Polsek yang dipimpin Kapolsek AKP. Arius Zega melakukan pencarian, dan berkoordinasi dengan BPBD Nias Utara serta menghubungi Basarnas Nias.

Koordinator Basarnas Nias Tonggor Gultom yang dihubungi pada hari yang sama membenarkan jika mereka sudah dapat laporan ada orang hilang tenggelam di pantai Tureloto, Nias Utara. “Kita sudah diberitahu oleh Kapolsek Lahewa dan kini kita sedang bersiap berangkat ke lokasi kejadian yang jaraknya 70 kilometer atau waktu tempuh dua jam dari Gunungsitoli,” terangnya.

Yanuarman Gulo salah satu pemilik rumah makan di pantai Tureloto juga mengungkapkan jika kedua korban adalah kakak beradik.”Kedua korban kakak beradik, dan kemungkinan besar mereka tidak bisa berenang,” tuturnya. *Inc-12