Direktur Utama Tirta Ayumi, Husni Thamrin ST. Foto Istimewa

Sidimpuan-Intainews.com:Di Tahun 2018 sejumlah karyawan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Ayumi mengeluhkan gaji mereka selalu terlambat dibayar oleh perusahaan tersebut.

Bahkan menurut pengakuan salah satu karyawan, hampir seluruh karyawan belum menerima gaji selama kurang lebih 4 bulan. Sementara terkait persoalan gaji karyawan yang belum dibayar, Direktur Utama Tirta Ayumi Husni Thamrin ST menyebutkan, masukan dan pengeluaran perusahaan Tirta Ayumi tidak sebanding.

Masukan PDAM Tirta Ayumi hanya dari penagihan pelanggan. Semua biaya-biaya tersebut diambil dari beban penagihan konsumen. Dijelaskan Husni Thamrin, walaupun PDAM Tirta Ayumi merupakan BUMD Pemko Padangsidimpuan namun tidak pernah mendapat bantuan dari Pemko Padangsidimpuan.

“Untuk konsumen PDAM Tirta Ayumi sendiri ada kurang lebih 2.400 pelanggan. Tapi ini semua kebanyakan yang menunggak pembayarannya. Ditambah lagi karyawan kita tidak disiplin dalam penagihan,” ungkapnya kepada wartawan, Senin 31 Desember 2018.

Menurutnya jika pelanggan PDAM Tirta Ayumi disiplin membayar tagihan dan Tirta Ayumi mendapat bantuan hibah dari Pemko Padangsidimpuan tentunya kondisi yang dialami Tirta Ayumi tidak seperti sekarang ini.

Diungkapkannya pernah ada wacana dari PDAM Tirta Ayumi untuk penagihan pelanggan diserahkan ke pihak ketiga, tapi wacana tersebut tidak disetujui pihak Pemko Padangsidimpuan.

“Inilah persoalan yang dihadapi PDAM Tirta Ayumi. Makanya karyawan beberapa bulan ini belum mendapatkan gaji. Bahkan saya sendiri tidak menerima gaji mulai bulan Agustus. Walupun karyawannya tidak menerima gaji sepenuhnya, namun para karyawan kasbon kepada bendahara,” terangnya. *Inc-16