Padangsidimpuan-Intainews.com:Pada peringatan hari lingkungan hidup sedunia, baru-baru ini Pemkot Padangsidimpuan Sumatera Utara melalui Kepala Dinas Lingkungan Hidup Sidimpuan, Syahreni Lubis, SH memilih pusat kegiatan di Desa Batang Bahal Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua (foto).

Informasi dihimpun Intainews.com Selasa 25 Desember 2018, menurut Syahreni Lubis, biasanya kegiatan yang sama tahun tahun sebelunya kerap dilaksanakan di pusat kota, tapi kali ini mencoba berbaur dengan masyarakat desa Batang Bahal. Tema yang diangkat pada hari lingkungan hidup tahun ini “Beat Plastic Pollution” (menghindar polusi sampah plastik).

Acara yang berlangsung 20-21 Desember 2018 itu, dengan rangkaian kegiatan pelatihan daur ulang sampah kepada ibu ibu, pelaksanaan Jumat bersih, perlombaan mewarnai untuk anak SD kelas 1-3, lomba menggambar kelas 4- 6 terbagi empat kelompok.

Kegiatan juga diwarnai dengan pelepasan 8.000 ekor ikan di lubuk larangan Aek Batang Kumal, penanaman 100 bibit pohon disaksikan Wakil Ketua DPRD Kota Padangsidimpuan, Muhammad Yusuf Nasution (PKB), Erwin Nasution (Ketua Fraksi PAN), Khoiruddin Nasution (Ketua Fraksi Demokrat), Marzuki Lubis ( Ketua Fraksi Golkar) serta para Asisten Setdako, Camat dan Kepala Desa Batang Bahal Syarifuddin Siregar .

Aktifis Lingkungan, Khoiruddin Nasution mengatakan mengapresiasi peringatan hari lingkungan hidup sedunia yang dilakukan Pemerintah Kota Padangsidimpuan. Namun, ungkapnya, masih ada agenda tentang lingkungan hidup yang perlu ditindaklanjuti tahun ini yang menjadi misi internasional, yaitu mengurangi sampah plastik di seluruh penjuru dunia.

“Kita sudah lihat di Lombok sendiri beberapa bulan lalu ikan hiu terbesar dengan bobot satu ton, akhirnya tewas karena mengkonsumsi plastik. Karena kecerobohan kita terhadap lingkungan mengakibatkan habitat makhluk lain di laut maupun di daratan banyak yang tewas,” tambahnya.

Walikota Padangsidimpuan, Irsan Efendi Nasution SH pada kesempatan itu menyampaikan terkait pemilihan lokasi di Desa Batang Bahal perlu dipahami pentingnya menjaga lingkungan. “Kalau bukan kita menjaga lingkungan siapa lagi, tidak mungkin orang lain yang menjaganya,” tuturnya,

Temanya tahun ini, ujar Walikota, adalah mengurangi sampah plastik. Berdasarkan hasil penelitian. Membutuhkan waktu 200 tahun atau bisa dua atau tiga generasi untuk menghancurkan sampah plastik. “Kami berharap kepada semua di Batang bahal ini menjadi contoh teladan bagi pengunaan bahan non plastik dalam kebutuhan sehari-hari,” tukasnya. *Inc-16.