Anggota DPRK Nagan Raya, Cut Man

Nagan Raya-Intainews.com:Sejumlah persoalan lahan yang terjadi antara masyarakat dengan pihak perusahaan di Nagan Raya Provinsi Aceh seperti tidak ada habisnya. Komplain yang dilakukan masyarakat kerap saja terjadi. Komplain warga desa di Kecamatan Tripa Makmur dan Kuala Pesisir dua bulan terakhir terus muncul.

Informasi diterima Intainews.com Senin 11 Desember 2018, di Kecamatan Tripa Makmue, warga Desa Derien Tujuh melaporkan persoalan komplain tersebut ke Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Nagan Raya.

Warga merasa lahan garapan mereka telah diserobot PT Fajar Baizuri yang bergerak di bidang perkebunan kelapa sawit. Sementara, pihak perusahaan mengakui lahan garapan masyarakat tersebut adalah lahan Hak Guna Usaha (HGU) PT Fajar Baizuri.

Menanggapi sejumlah persoalan yang belakang muncul antara masyarakat dan PT Fajar Baizuri, menurut anggota DPRK Nagan Raya Cut Man agar diselesaikan sesegera mungkin. Bahkan Cut Man, yang politisi Partai Naggroe Aceh (PNA) itu menekankan supaya sejumlah persoalan lahan antara masyarakat dan PT Fajar tuntas dalam bulan Desember ini.

Dijelaskannya dari sejumlah persoala lahan yang terjadi di Nagan Raya menunjukkan semakin sempitnya lahan sebagai pemicu. Karena itu HGU PT Fajar tidak layak lagi diperpanjang, melainkan sebaiknya dilakukan pengurangan.

“Lahan bagi masyarakat sudah semakin sempit, populasi penduduk tiap tahun pastinya meningkat. Tentu dibutuhkan lahan untuk pemukiman, pertanian dan perkebunan,” tandasnya Selasa 11 Desember 2018.

Cut Man berharap, Pemerintah Daerah dalam hal ini Bupati dapat mengambil langkah tegas terhadap persoalan yang dialami masyarakat dengan perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Fajar. *Inc-09