Medan-Intainews.com:Kabupaten Nias Barat, Sumatera Utara sebagai daerah otonom baru yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Nias pada tahun 2008, menuntut terus melakukan upaya memenuhi kebutuhan dan pelayanan kepada masyarakat. Salah satunya pemenuhan ketersediaan air bersih.

Memenuhi kebutuhan ketersediaan air bersih upaya yang dilakukan Pemkab Nias Barat menggandeng PDAM Tirtanadi Provinsi Sumatera Utara (foto). Diawali surat Bupati Nias Barat Faduhusi Daely, S.Pd kepada Dirut PDAM Tirtanadi Sutedi Raharjo, ST, nomor : 050/2610/Bappeda 16 Oktober 2018 perihal permohonan kerja sama dengan PDAM Tirtanadi.

Surat itu kemudian ditindaklanjuti dengan pertemuan Bupati Nias Barat dengan Dirut PDAM Tirtanadi di Kantor Pusat PDAM Tirtanadi Jalan SM Raja No. 1 Medan, Kamis 6 Desember 2018. Bupati Nias Barat didampingi oleh Kepala Bappeda Yohannes Halawa, ST, M.Si, sementara Dirut PDAM Tirtanadi didampingi Kepala Sekretaris Perusahaan Jumirin, SE, M.Si.

Kepada Dirut PDAM Tirtanadi, Bupati Nias Barat secara langsung menyampaikan keinginan Pemkab Nias Barat agar PDAM Tirtanadi bersedia mengelola penyediaan air bersih di Kabupaten Nias Barat mengingat saat ini masyarakat Nias Barat sangat membutuhkan air bersih.

Sementara Kabupaten Nias Barat belum memiliki PDAM sendiri dan belum memiliki teknologi dan sumber daya manusia yang handal untuk mengoperasikan teknologi pengolahan dan pendistribusian air bersih.

“Pemkab Nias Barat berupaya untuk menyediakan kebutuhan air bersih bagi masyarakat Nias Barat. Ini juga merupakan salah satu visi misi Bupati/Wakil Bupati Nias Barat 2016 – 2021,” ujar Faduhusi Daely. Sebenarnya, ungkap Bupati, di Nias Barat sudah ada instalasi pengolahan air dan jaringan pipa yang di bangun BRR usai gempa melanda Nias beberapa tahun lalu, namun belum difungsikan.

Sementara Dirut PDAM Tirtanadi, Sutedi Raharjo kepada wartawan mengatakan pada prinsipnya PDAM Tirtanadi siap membantu daerah-daerah khusunya di Sumatera Utara dalam hal penglolaan air bersih. Tentu saja harus disepakati bagaimana bentuk kerja samanya dan yang paling penting l harus ada persetujuan Gubernur Sumatera Utara.

“PDAM Tirtanadi pada prinsipnya siap membantu, namun harus ada izin Gubernur Sumatera Utara dan model atau sistem kerja samanya secara gotong royong mengingat belum ada PDAM di Kabupaten Nias Barat,” katanya.

Menindaklanjuti pertemuan itu, kedua belah pihak menyepakati bahwa Pemkab Nias Barat dan PDAM Tirtanadi akan merencanakan pembangunan sarana air bersih 2 bulan ke depan.

Survey lapangan dilaksanakan 12-15 Desember 2018 untuk menentukan sumber air baku. Terutama mencari mata air yang dapat menjadi sumber air karena biaya pengolahannya lebih murah dari pada air permukaan (sungai). *Inc-03