Boido Panjaitan saat memimpin RDP Pasar Peringgan Medan

Medan-Intainews.com:“Saya sudah berdagang di situ 40 tahun. Apakah begitu masuk PT Parbens hak pedagang harus hilang, Pak, enggak rela pak. Tolong kami Pak Boydo, PD Pasar, Pemko, Pak aliansi, tolong kami pedagang Pasar Pringgan, Pak. Anak-anak kami makan dari berdagang di situ pak.”

Hal itu diungkapkan seorang pedagang dengan menghiba-iba, setelah Pasar Pringgan dilola PT Parbens, keadaan mencari makin terasa terancam, diintimidasi, dianiaya, diusir-usir, dieksekusi, digembok, macam-macam dilakukan. “Itulah yang kami dapatkan,” kata Emi Rosida dengan suara merintih dan air mata mengalir deras.

Dia menangis saat mengutarakan perasaannya kepada Ketua Komisi B DPRD Medan Boydo Panjaitan ketika berlangsung Rapat Dengar Pendapat (RDP) di ruang rapat Komisi B, Senin 3 Desember 2018. RDP tersebut digelar karena pedagang Pasar Pringgan ingin pasar tersebut kembali dikelola Pemko Medan melalui PD Pasar. Sebab selama dikelola pihak ketiga yakni PT Parbens, mereka merasa diintimidasi.

“Tolong kami rakyat kecil ini, pak. Bagaimana kami bisa berdagang seperti semula dikelola PD pasar. Kami ingin bisa hidup, bisa berdagang sesuai dengan kemampuan kami. Kalau terus dikelola PT Parbens kami tidak sanggup. Enggak sanggup kami mengikuti peraturan Parbens ini,” ucap Emi Rosida.

Menurut Emi, para pedagang disuruh untuk membuat surat baru kepada PT Parbens dan membayar sejumlah uang. Jika tidak, pedagang diusir dan kios digembok. Namun masalahnya, uang yang diminta oleh PT Parbens cukup besar.

Menanggapi hal ini, Ketua Komisi C Boydo mengatakan, pihaknya telah mengumpulkan bukti-bukti. Masalah tersebut tentunya membutuhkan pembahasan lanjutan. Ia mengagendakan rapat lanjutan dan berharap Sekda bisa hadir. Sebab menurut pedagang, Sekda yang mengeluarkan kebijakan Pasar Pringgan diserahkan kepada PT Parbens.

“Kita sudah kumpulkan bukti. Kita akan bahas minggu depan, kita akan agendakan lagi rapat ini. Mudah-mudahan Sekda bisa datang,” katanya. *Inc-03