Gunungsitoli-Intainews.com:Pemerintah Kota Gunungsitoli mengajak masyarakat Kota Gunungsitoli ikut menjaga dan melestarikan serta memperindah tugu sejarah atau tugu meriam di Kelurahan Ilir, Kota Gunungsitoli (foto).

“Mari kita ikut menjaga, merawat dan memperindah supaya tugu meriam yang menjadi ikon dan kebanggaan masyarakat Kota Gunungsitoli ini tetap terawat dan indah dipandang mata,” kata Wakil Walikota Gunungsitoli Sowa’a Laoli pada acara peletakan meriam pada tugu meriam yang dipugar, Sabtu 3 November 2018.

Menurut dia, jika tidak dipugar dan dirawat, lama kelamaan tugu meriam kebanggaan masyarakat Kota Gunungsitoli tidak kelihatan karena jalan bertambah tinggi.

Sehingga Pemko Gunungsitoli melakukan pemugaran dan membuat jalan agar tugu meriam berada di tengah tengah jalan atau menjadi bundaran yang menambah keindahan.

Tidak lupa Sowa,a memberitahu, selain tugu meriam, Pemko Gunungsitoli juga sedang mempercepat pembangunan tugu gempa di depan masjid Al Furqan dan tugu durian yang menandakan Kota Gunungsitoli dan Nias punya durian yang khas.

Di tempat yang sama, tokoh adat Kelurahan Ilir Dang Rumandung Chaniago mengaku sangat bersyukur digelarnya acara peletakan kembali meriam setelah tugu dipugar. Kepada Pemko Gunungsitoli dia juga mengucapkan terima kasih karena telah menggunakan dan mengganti rugi tanah milik mereka untuk dijadikan jalan umum dan merenovasi tugu meriam menjadi lebih cantik.

Sekilas dia memberitahu tugu meriam tersebut adalah peninggalan nenek moyang mereka yang dibawa Datuk Raja Ahmad dari Padang, Sumatera Barat. Meriam yang sebelumnya berada di daerah Koto tersebut, dipindahkan dan dibuatkan tugu di lokasi sekarang agar tidak tercecer setelah kemerdekaan republik Indonesia.

Pembangunan tugu meriam dilakukan pada tahun 1952 oleh Kepala Desa pertama Zakaria Baginda. Dia mengimbau semua warga Kelurahan Ilir agar bersama sama ikut menjaga setelah tugu meriam dipugar atau diresmikan. *Inc-12