Suasana musyawarah di aula Desa Kuala Beringin.foto/ist.

Labura- Intainews.com : Kepala Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu, Labuhanbatu Utara, Edi Mansur Pane undang warga untuk selesaikan sengketa Jalan Pintu Gerbang menuju Pantai Dua Dusun Vl Kampung Hidup Baru Desa Kuala, Senin (11/5/2020).

Dalam musyawarah lima orang saksi yang hadir, diantaranya mantan Plt. Kepala Desa Kuala Beringin tahun 2005, Hasanuddin Sianipar anak dari (Alm) Munar Sianipar juga Mantan Kades Kuala Beringin, menerangkan, sejak tahun 70 Jalan tersebut akses Jalan menuju pantai dua.

 

Seiring berjalan waktu bulan berganti tahun akses Jalan yang diduduki masyarakat sudah berpindah pindah tangan dari satutangan ketangan yang lain sampai hari ini, terungkap dari penjelasan beberapa saksi yang hadir dalam musyawarah di kantor Desa Kuala Beringin.

Menurut Hasanuddin Sanipar mantan Plt Kepala Desa Beringin, masa dia menjabat di tahun 2005 dirinya pernah bermohon kepada Boru Panjaitan istri dari Suharto Sitorus, untuk melepas jalan selebar 4 meter agar warga bisa melintas menuju Pantai dua, baik yang menggunakan roda dua maupun roda empat,”Ungkapnya.

Sementara Sangkot Siahaan (65) Warga Dusun Vl Hidup Baru, Desa Kuala Beringin Kecamatan Kualuh Hulu menjelaskan, sebelum masuk PT Plamboyan pada tahun 1980 ke Pantai Dua, Jalan Pintu Gerbang menuju Pantai Dua sudah ada,”terang Sangkot Siahaan.

Dari keterangan beberapa orang saksi yang masih hidup memang benar tanah yang di tempati marga Hutahean pemilik pertapakan rumah di kanan badan jalan masuk menuju Pantai Dua, menjelaskan, pihaknya membeli rumah dari atas nama Billem Tampubolon tahun 1999.

Begitu juga dengan Surung Samosir (65) pemilik tapak perumahan kiri masuk badan jalan menuju Pantai Dua mengakui sejak tahun 1973 pintu gerbang jalan tersebut sudah ada selebar 4 meter ” paparnya dalam musyawarah.

Suharto Sitorus yang diwakili Istrinya Biru Panjaitan menjelaskan, bahwa dirinya membeli tapak perumahan itu, dari Marga Napitupulu, dia gak bisa hadir dalam keadaan sakit dan tidak bisa jalan lagi, tanah yang dimilkinya jual beli ganti rugi dari Napitupulu pada 14 Juli 1999,” katanya.

Ketika ditanya oleh Kepala Desa Kuala Beringin, Edi Mansur Pane tentang Alas hak ganti rugi mereka, Boru Panjaitan mengatakan sudah tidak ingat lagi,” entah siapa Kepala Desa saat itu.
Kades yang sudah Almarhum, Syahren. SITORUS (Alm) Mhd Ayun Sitorus (Alm) dan Minat Sianipar (Alm),” paparnya.

Keterangan Plt. Kepala Desa Kuala Beringin Hasanuddin Sianipar anak dari (Alm) Munar Sianipar mantan Kades Kuala Beringin, manjelaskan, sejak masanya sebagai Plt. Kades Kuala Beringin tanah tersebut sudah permasalahkan.

Dirinya pernah meminta pelepasan tanah untuk membuat jalan kepada Br Panjaitan, tujuannya agar tidak ada kendala orang yang mau masuk melintasi ke pantai dua.

“saya pernah bermohon kepada Boru Panjaitan istri dari Suharto Sitorus untuk melepas tanah untuk buat jalan selebar 4 meter agar pengguna jalan tidak terhalang”katanya.

Dalam musyawarah yang cukup alot dan tarik ulur dari kedua belah pihak akhirnya menemui titik temu, melalui Kaur Pemerintah Desa Kuala Beringin, Khairul Silaen, meminta kepada Hutahean dan Surung Simosir pemilik pertapakan rumah kiri dan kanan jalan masuk menuju Pantai Dua melepaskan sebahagian tanah milik mereka dengan ganti rugi.

Warga pun menyanggupinya, salah seorang warga mengusulkan kekurangan uang ganti rugi yang sudah disepakati, diusulkan Pengusaha yang melintas di Jalan tersebut untuk berpartisipasi menenggulanginya.

Pantauan Intainews.com, musyawarah berjalan dengan damai dan lancar, yang di ikuti pihak Banbinsa, Kantibnas, pihak terkait dan pemuka masyarakat, hasilnya Jalan yang disengketakan puluhan tahun terselesaikan dengan musyawarah dan mufakat,” ini suatu berkah bagi kita semua, tidak ada yang tidak terselesaikan terlebih ini suatu Rahmat dari Allah di bulan suci Ramadan ini,” tutup Kaur Pemerintah Khairul Silaen.Inc-MJS.