Plt Kadis Kesehatan Aceh Selatan, Novi Rosmita didampingi Kabid P2P Sri Milda dan Direktur RSUD Yulidin Awai Tapaktuan dr Erizaldi, memberi keterangan.

Aceh Selatan – Intainews.com: Atas dugaan terindikasi virus corona terhadap dua warga Aceh Selatan, Plt Kadis Kesehatan Novi Rosmita SE MKes dan Direktur Badan Layanan Umum Daerah Rumah Sakit Umum Daerah Yuliddin Away Tapaktuan Erizaldi lakukan klarifikasi.

Dikatakan, dua warga di Kabupaten Aceh Selatan yang dilaporkan tersebut tidak masuk lagi dalam katagori Orang Dalam Pemantauan (ODP) setelah dilakukan pemantauan oleh dinas kesehatan selama 14 hari.

Sebelumnya dua warga Aceh Selatan dikabarkan masuk dalam katagori ODP karena ada gejala seperti batuk, panas, flu, dll, kata Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Sri Milda, kepada sejumlah wartawan yang hadir saat berlangsungnya komferensi Pers di Posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona Virus atau COVID-19 di Tapaktuan, Jumat (20/03/2020) petang.

Acara tersebut dihadiri Istri Plt Bupati Aceh Selatan, Kepala Puskesmas Meukek, Direktur RSUDYA Erizaldi, Plt Kadis Kesehatan Novi Rosmita SE MKES, KABID P2P Sri Milda.

Sebelum digelarnya kompresi pers Istri Plt Bupati Aceh Selatan dan istri Plt Gubernur Provinsi Aceh sempat meakukan dialog lewat Video Col yang dipaparkan melalui Imfocuse, sehingga saling memberi masukan dan juga melaporkan kondisi Aceh Selatan saat ini Alhamdulilah semua yang dianjurkan berdasarkan surat edaran dijalankan, ucapnya.

“Dua warga kita yang sebelumya berstatus ODP sudah selesai dari pemantauan tim kesehatan Puskesmas di hari ke 15 ini,” jelasnya. Kondisi keduanya kini sudah berangsur sehat, namun demikian yang lainya tetap dalam pemantauan.

Selain itu, hasil pemantauan keluarga yang berstatus ODP dan tenaga kesehatan yang merawat mereka, selama ini tidak menunjukkan gejala terpapar virus Corona.

Berita virus corona ini akibat Wathshaap yang belum tentu pasti terindikasi virus corona sudah diartikan itu covid 19.

Plt Kadis Dinas Kesehatan Aceh Selatan, Novi Rosmita menjelaskan, selama mewabahnya kasus virus corona ataupun covid 19 untuk Kabupaten Aceh Selatan tim telah membuka empat posko pelayanan terhadap keluar masuknya warga ke Aceh Selatan, antara lain di perbatasan Aceh Selatan Subulussalam di Krueng Luas Trumon Timur, sedangkan perbatasan antara Aceh Selatan dan Abdya di Jembatan Krueng Baru.

Selain darat, tim juga membuka dua posko bagian laut, yaitu di Pelabuhan Labuhanhaji dan Pelabuhan Tapaktuan. Inc – Yun/Rel