Beberapa truk diduga dengan muatan berlebih dari kawasan Langkat Hulu menuju Jalan Jenderal Ahmad Yani Kecamatan Binjai Langkat ke arah Jalan T Amir Hamzah, hingga ke kota tujuan Medan melalui jalan berlubang. f/Syofian HSy.

Selesai – Intainews.com: Urat nadi perlalulintasan umum menghubungkan antar Desa Kwala Air Hitam Kecamatan Selesai Kabupaten Langkat, ke ruas Jalan Jenderal Ahmad Yani/Jalan T Amir Hamzah (Kelurahan Kwala Begumit) Kecamatan Binjai rusak berat.

Padahal ruas jalan tersebut sebagai alternarif menuju ke sejumlah kota seperti Stabat serta Kota Binjai maupun Medan. Keresahan masyarakat sekitar soal rusaknya jalan tersebut sudah dirasakan cukup lama, namun oleh pemerintah setempat belum ada upaya perbaikan serius, kecuali hanya sekedar tambal sulam.

Kerusakan berbentuk lubang menganga, yang berdiameter kurang lebih 0,50 sampai 150 centimeter tersebut, ditemukan para pengguna kendaraan bermotor di sejumlah lokasi di antaranya tidak berapa jauh dari penghujung jembatan Kwala Begumit memasuki kawasan Desa Kwala Air Hitam, hingga ke sejumlah titik di sekitar Pasar VIII menuju Desa Mancang Kecamatan Selesai.

Menurut beberapa pemuka masyarakat yang berdomisili di pinggiran Jalan Lintas antar Kwala Air Hitam Kecamatan Selesai dan Kwala Begumit Kecamatan Binjai Langkat, faktor utama penyebab kerusakan urat nadi vital itu karena terlalu bebasnya truk melebihi tonnase melintasi ruas jalan tersebut.

Setiap hari diperkirakan ratusan kali truk diduga melebihi tonase melintasi jalan tersebut tanpa mempertimbangkan daya tahan ruas jalan, atau menyesuaikan kelasnya sebagaimana ditentukan Dinas Perhubungan.
Sehingga ruas jalan pedesaan antar kecamatan yang masuk kategori kelas IV tersebut, terkelupas dan timbul lubang di mana – mana, akibat dilintasi truk membawa muatan over tonase.

Lubang – lubang yang menganga di sepanjang jalan tersebut, jelas mengancam keselamatan bagi pengguna kendaraan bermotor khususnya roda dua, terutama pada malam hari dan itu sudah kerap terjadi.

Apalagi bagi pelalulintas luar kota yang memasuki kawasan tersebut, karena tidak menguasai seberapa banyak hambatan yang akan mereka lalui dan saat kapan harus mengurangi kecepatan laju kendaraannya.

Menyaksikan realita tersebut, para pemuka dan tokoh masyarakat setempat berharap kepada pihak Pemerintah Kabupaten Langkat segera turun tangan bersama Dinas PU di daerah ini, agar segera melakukan perbaikan sebagaimana mestinya, demi menghindari terjadinya korban kecelakaan lalulintas.

Jika memungkinkan, betapa penting pihak Dinas Perhubungan Langkat segera memasang rambu–rambu lalulintas, yang mengisyaratkan jalan kelas IV dimaksud, hanya boleh dilalui mobil barang bermuatan maksimal delapan ton. Inc/HSy