Usai penandatanganan kesepahaman pendaftaran penerimaan polsil, Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho melakukan photo bersama. (Foto – Intai/YUNARDI.M.IS)

Aceh Selatan – Intainews.com: Polres Aceh Selatan teken nota kesepahaman (MOU) dengan dinas instansi dan lembaga untuk pendaftaran penerimaan Polri tahun 2020.

Penandatanganan penerimaan Polisi secara terpadu (Babandrin) tersebut berlangsung di Aula Wira Pala Polres Aceh Selatan, Selasa (17/3) yang melibatkan Dinas Pendidikan, Kesehatan, Disdukcapil, MPU, Kementrian Agama dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Aceh Selatan.

Dalam penandatanganan tersebut semua pimpinan instansi hadir alias tidak ada yang diwakilkan, semuanya langsung hadir kepala dinas terkait mapun ketua lembaga masing-masing.

Kapolres Aceh Selatan AKBP Ardanto Nugroho SIK SH MH didampingi Kabag Sunda Kompol H. Haron menyampaikan, pendaftaran penerimaan Polri tahun 2020 dimulai sejak Sabtu (7/03/2020) lalu. Hal ini dibuka untuk umum terdiri tiga program yakni bintara, tamtama, dan taruna akademi polisi (AKPOL).

Untuk bisa mengetahui bagaimana cara dan syarat daftarnya, ini bisa mengakses melalui situs www.penerimaan.polri.go.id atau mendatangi Polres terdekat dengan tempat tinggal peminat.

Syarat-syarat Penerimaan Polri

Laki-laki atau perempuan, bukan anggota ataupun mantan anggota Polri/TNI atau PNS yang pernah ikut pendidikan Polri atau TNI.

Berijazah paling rendah SMA/MA baik jurusan IPA/IPS dengan ketentuan: Rata-rata nilai kelulusan hasil Ujian Nasional/UN tahun 2016 hingga 2019 minimal 60,00 (bukan nilai gabungan). Untuk tahun 2020 akan ditentukan kemudian.

Untuk lulusan tahun 2020 (yang masih kelas XII) syaratnya yakni nilai rapor rata-rata kelas XII semester I harus minimalnya mendapat nilai 70,00 dan jika sudah lulus harus menyerahkan nilai Ujian Nasional nya.

Untuk pendaftar yang masih berumur 16 sampai dengan kurang dari 17 tahun dengan ketentuan nilai Ujian Nasional rata-rata minimal 75,00 serta memiliki kemampuan berbahasa Inggris, harus dibuktikan dengan nilai mata pelajaran Bahasa Inggris pada UN dan nilai rapor mata pelajaran Bahasa Inggris minimal 75,00 dan melampirkan sertifikat TOEFL dengan nilai minimal skor 500.

Penerimaan Polri tahun 2020 juga mengatur tentang ketentuan Ujian Nasional Perbaikan: Bagi lulusan SLTA tahun 2016-2019 yang mengikuti Ujian Nasional perbaikan, bisa mengikuti seleksi penerimaan terpadu dengan ketentuan rata-rata nilai memenuhi persyaratan calon peserta yang mengulang di kelas XII, baik di sekolah yang sama atau di sekolah yang berbeda tidak dapat mengikuti seleksi.

Sedangkan bagi lulusan pondok pesantren, pendidikan diniyah Formal (PdF) dan Satuan Pendidikan Muadalah (SPM) pondok pesantren, harus mempunyai nilai kelulusan ujian standar nasional rata-rata 70,00 yang didasarkan pada hasil imtihan wathoni atau ujian akhir muamalah.

Syarat lainnya pendaftar Polri harus berumur minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun.

Penerimaan Polri juga masih memberlakukan syarat tinggi badan. Untuk pria minimal 165 cm dan wanita 163 cm.

Syarat lainya, yakni belum pernah menikah baik secara hukum positif, agama ataupun adat. Belum pernah hamil atau melahirkan, dan menyatakan sanggup untuk tidak menikah selama masih dalam pendidikan pembentukan.

Tidak bertato atau memiliki bekas tato dan tidak ditindik atau memiliki bekas tindik di telinga atau pada anggota badan lainnya, terkecuali disebabkan oleh ketentuan agama atau adat.

Untuk peserta calon taruna atau taruni Polri yang telah gagal dalam proses seleksi akibat melakukan tindak pidana yang berkekuatan hukum tetap (inkrah), tidak bisa mendaftar kembali dalam penerimaan Polri. Inc – Yun