Suasana Pantai Pasir Hitam Desa Kwala Gebang Kecamatan Gebang Kabupaten Langkat Provinsi Sumatera Utara. (f/Zulham Saleh SPd)

Pantai Pasir Hitam Kwala Gebang, yang berjiran dengan Desa Kwala Serapuh Kecamatan Tanjungpura Kabupaten Langkat, sudah dikenal sejak dulu, namun potensi yang ada tersebut masih membutuhkan sentuhan.

Berada di pinggiran laut lepas atau bibir pantai Selat Malaka, sebelumnya kawasan ini dikenal sebagai hutan mangrove, dijamin lokasi ini wajib anda kunjungi.

Tetapi kini jika anda berkunjung ke sana, suasana akan berbeda jauh pantai yang terhampar membentang di te[ian Selat Malaka tersebut, sudah tatakelola sedemikian rupa, sebagai lokasi wisata yang tumbuh secara alami, indah dan tidak mengurangi pesonanya.

Masyarakat sekitar kebanyakan berprofesi sebagai nelayan tradisional dan itu sudah turun temurun dari para pendahulu (nenek moyang) mereka.

Dengan alat sederhana, mereka setiap hari sebagai penangkap ikan, udang, kepiting, cumi – cumi dan sotong, dengan menggunakan berbagai peralatan tradisional, seperti pancing, menjala, menjaring ataupun lain sebagainya.

Kearifan lokal di wilayah tersebut sungguh sangat terjaga, sehingga tak heran jika para pegunjung yang datang selain bisa menikmati pantai, juga tidak sulit untuk melakukan dialog berbaur dengan masyarakat setempat.

Sikap ramah tamah tersebut pula yang menjadikan Pantai Pasir Hitam menjadi salah satu destinasi bagi wisatawan. tidak hanya lokal tetapi wisatawan nusantara dan manca negara juga siap menampung untuk datang menikmati pemandangan alam yang lebih nyata.

Jadi Alternatif

Didukung dengan sarana dan prasana yang ada, walau belum sempurna tetapi sudah bisa dibilang memadai, kini kawasan tersebut secara perlahan mengubah diri sesuai kebutuhan dan trend mengikuti perkembangan jaman.

Dengan modal keberanian dan semangat bersatu, beberapa tokoh masyarakat setempat bekerjasama dengan berbagai komunitas pemuda sekitar, berupaya meninggalkan tradisi nenek moyang sebagai pelaut (nelayan).

Bermodal wilayah pantai yang memiliki potensi untuk bisa dikembangkan, warga setempat melakukan inovasi dengan beralih ke wira usaha, sebagai pengelola industri wisata lokal bernuansa syariah.

Berkat keberanian disertai persatuan yang terpadu dan kokoh, sejumlah elemen masyarakat se Desa Kwala Gebang dalam beberapa kurun waktu terakhir, hasil jerih payah mereka membuahkan hasil.

Walaum belum maksimal, tetapi setidaknya perubahan yang dilakukan warga bisa menarik perhatian setiap pengunjung, sehingga para wisatan lokal terutama menjadikan pantai ini sebagai alternatif untuk dikunjungi.

Dengan biaya terukur, baik dari dalam maupun luar kota, setiap wisatawan memiliki kebebasan dalam berekspresi menikmati pantai. Di sisi lain, pengunjung benar–benar bisa menikmati liburan terutama saat di akhir pekan, dengan biaya murah sembari menyalurkan hobbinya memancing ikan di laut.

Susana Religius

Menyangkut dengan ketertiban dan pelayanan, pengunjung tak perlu khawatir karena warga melakukan tindak kepedulian terhadap semua tamu, selain itu pengelola juga menyediakan sejumlah tempat peristirahatan yang sederhana dan gratis pula.

Fasilitas selain hiburan musik, turut dilengkapi dengan musholla, sebagai tempat ibadah bagi umat muslim, tersedianya kantin yang siap melayani berbagai kebutuhan pengunjung, terutama makan, minuman dan aneka ragam hidangan ringan.

Masalah tempat parkir juga pengunjung tak perlu khawatir, pengelola melakukan persiapan yang matang sejak dilakukan renovasi beberapa tahun silam.

Para pengguna kendaraan roda dua dan empat parkir di lokasi khusus dan tentunya aman. Kepada pengguna kendaraan roda dua dikenakan biaya parkir maksimal Rp2.500, sedangkan untuk roda empat dikenakan Rp10.000.

Satu lagi yang menjadi daya tarik Pantai Pasir Hitam Kwala Gebang yaitu nuansa riligius terpancar dari suasana yang senagja diciptakan oleh masyarakat sebagai pengelola, itulah kearifan lokal yang menjadi tonggak agar semua yang berkepentingan, baik pengelola maupun pengunjung selalu dalam kondisi nyaman. Inc-Zulham Saleh/02.