Seorang pengendara sepedamotor membonceng keluarganya dengan hati-hati melintasi ruas jalan yang tergenang air di Jakarta. (Foto diambil dari CNN)

Medan-Intainews.com: Seorang warga pendatang di Medan yang menetap sementara di kawasan Medan Denai mengatakan sambil berlalu, “Kampung kami kebanjiran”.

Orang tersebut nyeletuk berkata seperti itu setelah melihat acara di televisi pada Selasa (25/02/2020) pagi di sebuah warung kopi di pinggiran ruas Jalan Denai Medan.

Dia adalah seorang sales sebuah produk elektronik terkenal di Tanah Air yang sudah beberapa minggu terakhir melakukan pekerjaan di wilayah Medan sampai nantinya ke Aceh dan beberapa daerah di Sumatera.

Dia mengatakan, Jakarta yang selama ini menjadi kebanggaan karena kota tersebut sebagai ibukota negara, wacana ibukota pindah dianggap banyak kalangan di Jakarta benar adanya, karena kondisi Jakarta saat ini sangat jauh dari harapan.

“Kalau untuk cari uang memang benar adanya, karena apapun yang dilakukan asalkan sesuai dengan kebutuhan bisa menghasilkan duit,” kata lelaki yang diperkirakan masih berusia di bawah 50 tahun tersebut.

Tanpa mau meyebutkan nama, dia bercerita terkait kondisi Kota Jakarta yang semakin padat, umumnya orang yang datang ke Jakarta ingin merubah nasib, termasuk dirinya yang sebenarnya berasal dari Jawa Tengah, namun sudah puluhan tahun sejak lajang menetap di ibukota dan sudah menjadi warga setempat.

Setiap tahun penduduk Jakarta bertambah, umumnya orang pencari kerja. Tidak perduli dengan kondisinya yang sekarang semakin bertambah parah. Sebentar saja hujan turun, maka kebanjiran tidak bisa dielakkan.

“Seperti sekarang ini, jangankan Kampung Melayu yang menjadi langganan banjir, Bundaran HI saja termasuk Istana Merdeka ikut tergenang,” katanya sambil pamit hendak pergi bekerja. Inc – 02