Suasana di Gedung DPR-RI saat terjadinya kepulan asap, sementara tim pemadam sibuk melakukan upaya pemadaman. (Foto-Bijak)

Sistem aerosol yang mengalami kerusakan (error system) mengakibatkan secara tiba-tiba mengeluarkan asap dan terkesan telah terjadi kebakaran di Gedung Nusantara III DPR RI.

Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Nana Sudjana menegaskan, tidak ada api dalam peristiwa kepulan asap yang melanda Gedung DPR RI, Senin.

“Jadi tidak ada api, saya ulangi tidak ada kebakaran, yang ada seperti tadi disampaikan, error system,” sebutnya menegaskan.

Sistem kebakaran yang digunakan di DPR RI pada lantai dua, itu ada sekitar sepuluh aerosol, ada kemungkinan ini error,” kata Kapolda sewaktu konferensi pers usai melakukan penyisiran asap di Kompleks Parlemen RI, Senayan Jakarta, Senin.

Nana mengatakan bahwa sistem tersebut seharusnya bekerja saat adanya panas atau api. Namun karena rusak, sistem itu sangat sensitif pada panas ruangan.

“Mungkin dalam ruangan itu ada semacam panas sehingga kemudian sistem tersebut langsung bekerja. Karena memang sangat sensitif,” kata Kapolda.

Nana menyampaikan, Tim Kepolisian dari Kepolisian Resort Metro Jakarta Pusat maupun Kepolisian Daerah akan terus mengolah tempat kejadian perkara (TKP) untuk memastikan penyebab dari sistem yang rusak tersebut. Demikian diberitakan Antara. Ant