Bocah berusia 4 tahun bernama Andika, warga Desa Muara Tais Dua, Kecamatan Angkola MUara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan terkulai lemah. Bocah tersebut diduga berpenyakit akibat keranjingan makan sabun cuci. (Foto diambil dari Antara)

Seorang Balita yang masih berumur sekira 4 tahun bernama Andika, warga Desa Muara Tais Dua, Kecamatan Angkola MUara Tais, Kabupaten Tapanuli Selatan menjadi semakin kurus, dan kini terkulai lemah di atas tikar di sebuah bilik papan berukuran sekitar 6 x 6 meter.

Tubuhnya sepertinya tampak kurang asupan gizi atau kurang terurus. Andika dan kedua kakaknya Nopri dan Juliana kini tinggal dan diasuh kakek dan neneknya yang sudah berusia lebih 70 tahun.

Informasi diperoleh dari warga, kakak tertua Andika, Nopri, duduk di kelas 3 dan Juliana di kelas 2 di SDN Muara Tais II. Khusus Nopri pertumbuhan badannya juga sepertinya kurang sehat, kulit (muka) Nopri menguning.

Camat Angkola Muara Tais, AM Fadhil Harahap kepada ANTARA, Sabtu (22/2), membenarkan, kondisi Andika jatuh sakit dan sekarang dalam perawatan medis.

Kata Camat, Andika suka makan sabun, kemungkinan pengaruh kuat dari kakaknya, Nopri yang disebut-sebut setiap mencuci pakaian juga doyan memakan sabun.

Untuk memenuhi kebutuhan kehidupan keluarga dan adiknya, Nopri yang berusia sekitar lebih kurang 10 tahun itu ia harus banting tulang mencuci pakaian orang lain, disamping mencuci pakaian keluarga dan adik-adiknya.

Pihak Kecamatan bersama PKK Kecamatan sebelumnya juga sudah pernah memberikan bantuan setelah mengetahui kondisi keluarga Andika yang memprihatinkan.

Namun, sayangnya keluarga ini menurut informasi tidak belum terdata masuk ke dalam program PKH (Penerima Keluarga Manfaat) keluarga miskin, demikian program BSM (Bantuan Siswa Miskin) untuk Nopri dan Juliana.

Masyarakat berharap kepada pihak terkait kiranya warganya yang tergolong miskin ini dapat terakomodir atau tercatat dalam program PKH dan BSM, dengan alasan sangat pantas. Int-02