Dirut PD Pasar, Rusdi Sinuraya memperlihatkan Pasar Tikung jadi Pasar Wisata

“Kami pedagang Pasar Tikung berterima kasih kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinura yang peduli dengan pasar di Kota Medan.”

Medan-Intainews.com:Kini Sumatera Utara sudah mempunyai pasar tradisional menjadi pasar modern sebagai Pasar Wisata, yaitu Pasar Tikung berlokasi di Jalan Brigjen Zein Hamid Titikuning Medan. Dulunya pasar tersebut adalah pasar tradisional, sekarang dijadikan Pasar Wisata.

Dengan begitu, kata Direktur [Dirut] Perusahaan Daerah [PD[ Pasar Kota Medan Rusdi Sinuraya, menjadikan pasar sebagai rumah pedagang. “Kita senang dan gembira apabila pasar ini menjadi Pasar Wisata, dengan begitu pasar ini akan ramai pengunjungnya,” ungkap Juli salah seorang pedagang pakaian di Pasar Tikung Jumat 4 Oktober 2019.

Ditambahkan Yuli, “Kami pedagang Pasar Tikung berterima kasih kepada Walikota Medan Dzulmi Eldin dan Dirut PD Pasar Medan Rusdi Sinura yang peduli dengan pasar di Kota Medan. Semoga Pasar Tikung ini tetap terjaga keindahan dan kebersihannya supaya pasar ini jadi ramai,” katanya.

Yuli melanjutkan, setelah pasar ini selesai di revitalisasi, untuk mendapatkan kios tanpa diundi. Pedagang hanya memberikan biaya administrasi sebesar Rp 6 juta saja. Begitu juga menurut Rini sebagai pedagang sembako, stand dikenakan biaya administrasi sebesar Rp 3 juta.

“Dengan fasilitas yang apik bersih dan indah serta lapang tidak sumpek, seperti di pasar tradisional sebelumnya, “ tutur Selvia pedagang kosmetik. Dia berharap pengunjung bisa lebih ramai lagi, karena Pasar Tikung saat ini sudah seperti mall.

“Kita sangat senang hormat dengan Dirut PD Pasar Kota Medan Rusdi, yang sigap dan sangat peduli pada nasib pedagang, mau berdikusi dan berdialog dengan kami, serta antusias untuk melakukan dialog bersama pedagang Pasar Tikung saat Grend Opening Pasar,” tutur Ririn kepada Intainews.com.

Rusdi Sinuraya menyebutkan, target kita akan lebih baik lagi yang dilakukan secara bertahap dipenuhi. “Misalnya penataan tempat berjualan, tidak boleh menambah lapak yang sudah tersedia, kebersihan harus terjaga, kamar mandi yang bersih dan fasilitas-fasilitas lainnya,” kata Rusdi.

Untuk semua itu, dijelaskan Dirut PD Pasar Kota Medan, para pedagang menaati peraturan yang sudah ditentukan serta jangan memaksakan keinginan pribadi, karena berpeluang bertentangan dengan aturan.

Sudah Terjadi Pergeseran

“Mari‎ jadikan pasar sebagai rumah pedagang, atur segala sesuatunya dengan baik termasuk tempat berjualan, koridor atau akses di pasar yang kita huni. Sebab itu faktor terpenting untuk menjadi pasar idaman dan percontohan,” ajak Rusdi.

Sambungnya, sekarang seluruh pedagang yang mencapai 389 orang sudah bisa berjualan. “Kita jaga bersama agar pasar ini ramai dikunjungi masyarakat. Dengan demikian, tentu meningkatkan geliat ekonomi.

‎Disinggung upaya untuk mencapai target sebagai pasar wisata pertama di Sumut, Rusdi mengaku beberapa fasilitas sudah disiapkan seperti lift barang dan orang termasuk musalla.

“Pasar ini terdiri dari empat lantai. Lantai satu disiapkan ‎untuk pedagang tradisional, lantai dua dan tiga rencananya difungsikan untuk pedagang oleh-oleh khas Medan termasuk souvenir dan lantai empat ruang terbuka hijau [RTH] serta pusat jajanan,” tukas Rusdi Sinuraya.

Dikatakannya, saat ini sudah terjadi pergeseran budaya di tengah masyarakat. Jika dulu‎ masyarakat terkesan abai dengan kebersihan pasar, namun saat ini mereka peduli. Pembeli ingin datang ke pasar yang bersih. Yuk kita jadikan pasar ini kebanggaan kita bersama,” ajaknya.‎ Inc-03