Sekda Kota Medan, Wiriya mengungkapkan kesulitannya mengatasi Kampung AurMedan

Medan-Intainews.com:Di hadapan Direktur Konsolidasi Tanah Kementrian ATR BPN RI Doni Janarto yang hadir dalam pertemuan tersebut, Sekda Kota Medan mengungkapkan sampai saat ini Pemko Medan masih menemukan sejumlah kendala dan kesulitan dalam melakukan penataan wilayah di Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun.

Sekda Wiriya Alrahman mengatakan hal itu saat mewakili Walikota Medan, pada sosialisasi dan konsolidasi tanah di wilayah Sumatera Utara [Sumut] yang berlangsung di Kantor Badan Pertanahan Nasional [BPN] Sumut, Jalan Brigjen Katamso Medan, Rabu 11 September 2019.

Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang [Permen ATR BPN] Nomor 12 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah, diharapkan Wiriya dapat memuat sekaligus menjadi regulasi kuat kepada pemerintah kabupaten/kota dalam melakukan penataan, penguasaan dan penggunaan tanah dalam pembangunan kota.

Sebab, tambah Sekda Kota Medan, rencana Pemko untuk membangun rumah susun [Rusun] di kawasan Kampung Aur kerap mendapat penolakan dari berbagai pihak yang merasa dirugikan. “Sampai saat ini, kami [Pemko Medan] masih menjumpai sejumlah kendala dalam melakukan revitalisasi kawasan di Kelurahan Aur,” ujar Sekda.

Rencana pembangunan rusun, tuturnya, untuk menghapus dan menghilangkan image kawasan kumuh di sana. Namun pada kenyataannya tidak sepenuhnya disambut baik oleh masyarakat. Apalagi hal ini menyangkut soal tanah dan status kepemilikan yang beragam.

Pertemuan yang sebelumnya dibuka oleh Kepala Kanwil BPN Sumut Bambang Priono tersebut juga turut dihadiri perwakilan dari Bappeda diantaranya dari Kabupaten Langkat dan Kabupaten Deliserdang. *Inc-03