M Asril Siregar SH selaku kuasa hukum pedagang mengatakan, pada prisnsipnya para pedagang siapa yang tidak mau tempat berjualannya dibangun baru.

Medan-Intainews.com:Sejumlah 332 orang pedagang Pasar Timah Jalan Timah, Kelurahan Sei Rengas II, Kecamatan Medan Area siap menempati relokasi agar pasar segera direvitalisasi. Para pedagang sepakat meninggalkan lapak mulai Rabu 11 September 2019, secara berangsur-angsur hinga dua pekan ke depan.

PD Pasar Kota Medan [foto] dan pihak pengembang sudah menyediakan tempat penampungan sementara di atas lahan milik PT Kereta Api [KAI] yang berada persis di samping Pasar Timah. Direncanakan Pasar Timah direvitalisasi menjadi tiga lantai, yang diperkirakan selesai enam bulan.

Begitu selesai direvitalisasi, sebagaimana dijanjikan Dirut PD Pasar, Rudi Sinuraya, menjamin seluruh pedagang untuk menempati kios maupun stand seperti semula. Di samping itu juga menjamin semua pedagang untuk mudah dan cepat memperpanjang surat izin berjualan.

Begitulah hasil kesepakatan yang dicapai antara PD Pasar dengan pedagang Pasar Timah di sela-sela penertiban yang direncanakan mulai Selasa 10 September 2019. Rusdi Sinuraya terus melakukan pertemuan dengan M Asril Siregar SH selaku pengacara [kuasa hukum] pedagang.

Kesepakatan Bersama

Dirut PD Pasar kembali menjelaskan dan memastikan tidak adak satu pun dari 332 pedagang Pasar Timah yang dirugikan sekaitan dengan revitalisasi yang dilakukan. Melalui Kuasa hukum pedagang pun akhirnya setuju dilakukannya pengosongan.

Hanya saja dia minta agar para pedagang diberi waktu dua pekan untuk meninggalkan lokasi serta relokasi pedagang ke tempat penampungan sementara dilaklukan bertahap sesuai dengan kapasitas lokasi penampungan.

Dirut PD Pasar dan kuasa hukum para pedagang pun melakukan penandatangan kesepakatan disaksikan Kasatpol PP Kota Medan. “Dengan ditandatanganinya kesepakatan ini, maka revitalisasi Pasar Timah kita harapkan berlangsung dengan baik dan lancar sesuai dengan rencana,” ungkap Rudi.

Sedangkan M Asril Siregar SH selaku kuasa hukum pedagang mengatakan, pada prisnsipnya para pedagang siapa yang tidak mau tempat berjualannya dibangun baru. Hanya saja sebelumnya belum ada kesepakatan yang menjamin hak dan kepentingan pedagang sebagaimana isi kesepakatan yang tercapai dan ditandantani tersebut.

Setelah tercapainya kesepakatan bersama, Asril pun minta agar hari itu pedagang tidak langsung pindah ke tempat penampungan sementara. Dikatakannya, pemindahan akan dimulai, Rabu 11 September 2019 dan dilakukan secara bertahap. *Inc-03