Gunungsitoli-Intainews.com:Ratusan pedagang di Kota Gunungsitoli dilarang untuk menempati bangunan relokasi yang telah dibangun Pemerintah Kota Gunungsitoli di komplek eks terminal Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, Kamis 4 September 2019 [foto].

Pelarangan dilakukan oleh sejumlah personel Polisi Resor Nias, Sumatera Utara dengan memasang police line mengelilingi bangunan relokasi. Salah seorang pedagang Ina Dewi Waruwu mengaku heran dan tidak tahu mengapa mereka dilarang Polisi menempati bangunan relokasi yang telah disediakan pemerintah.

Dia mengaku jika mereka ditempatkan di sana oleh Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Umkm Kota Gunungsitoli karena Pasar Nou tempat mereka selama ini berjualan akan dibongkar.

Pelarangan dilakukan ketika mereka sedang membenahi tempat berjualan oleh sejumlah Polisi berpakaian preman dan memasang Police Line. “Saya sudah rugi banyak, karena sejak hari Senin atau empat hari tidak berjualan karena mempersiapkan tempat berjualan di tempat relokasi ini,” kesalnya.

Menanggapi tindakan Polisi, Walikota Gunungsitoli Ir Lakhomizaro Zebua menerangkan jika yang terjadi adalah masalah antara Pemko Gunungsitoli dengan Pemerintah Kabupaten Nias terkait masalah aset.

Masalah aset tersebut menurut dia sudah lama terjadi, dan seharusnya seluruh aset milik Pemkab Nias yang ada di wilayah Pemko Gunungsitoli telah diserahkan kepada Pemko Gunungsitoli. Dia memberitahu, pasar modern akan dibangun di lokasi eks pasar nou awal Januari 2020, sehingga pedagang direlokasi sementara di komplek eks terminal Gunungsitoli.

Karena menghargai pertemuan tanggal 22 Agustus 2019 dengan Dirjen Kementrian Dalam Negeri dan Otonomi Daerah serta perwakilan Pemkab Nias pembongkaran pasar nou diundur. Para pedagang diizinkan berjualan di pasar nou sampai minggu ke empat Desember 2019 atau pembongkaran pasar nou dimulai.

Karena sesuai kesepakatan pertemuan tersebut, sejumlah aset yang salah satunya eks terminal Gunungsitoli wajib diserahkan Pemkab Nias kepada Pemko Gunungsitoli paling lambat minggu keempat Desember 2019. *Inc-12

  • Bagikan berita ini