Kunjungan Keluarga Majelis Pernobatan Sultan Bilah X, di Ruang Sekdaprovsu di Kantor Gubernur Sumatera Utara

Medan-Intainews.com:Para sejarawan dan pemerhati budaya diharapkan segera melakukan riset dan membukukan sejarah Kesultanan Bilah. Sehingga para generasi muda saat ini dan generasi mendatang mengetahui tentang sejarah Kesultanan Bilah.

Kesultanan Bilah adalah salah satu Kesultanan yang terdapat di wilayah Kabupaten Labuhanbatu. Kesultanan Bilah berkedudukan di Negeri Lama. Raja pertamanya adalah Raja Tahir Indra Alam pada tahun 1623, yang menamai kerajaannya dengan nama Kerajaan Bilah.

Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara [Sekdaprov] Sabrina dalam pertemuan dengan Keluarga Majelis Pernobatan Sultan Bilah X, di ruang kerjanya, Kantor Gubernur Sumut, Lantai 9, Jalan Pangeran Diponegoro, Medan, baru-baru ini.

“Untuk budayawan, ada baiknya sejarah ini segera kita buat buku. Soal teknis dan risetnya nanti kita bisa menunjuk Dinas Perpustakaan untuk membantunya,” ucap Sabrina

Hadir mendampingi Sekda, Asisten Pemerintahan Umum HM Fitriyus, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ria Nofida Telaumbanua dan Kepala Biro Bina Sosial [Binsos] M Yusuf. Sementara dari Keluarga Majelis Pernobatan Sultan Bilah X yakni OK Muhammad Muchlis [Ketua Penabalan], Tengku Muchrizad [Pemangku Adat Sutan Bilah], Tengku Riswansyah [pemerhati budaya], dan Guslan Riswaldy [setia usaha].

Pada kesempatan itu, Sabrina juga meminta pada seluruh keluarga dan panitia Majelis Pernobatan Sultan Bilah X, usai acara penabalan Sultan untuk segera menyusun silsilah keturunan Kesultanan Bilah. “Silsilah ini menurut saya sangat penting, agar kita tau semua keturunan dari kesultanan ini,” ujar Sabrina.

Ketua Penabalan OK Muhammad Muchlis menyatakan, kunjugan mereka ingin bermusyawarah Pemprovsu tentang rencana penabalan salah satu keturunan Raja Bilah yang akan diselenggarakan 9 September 2019, di salah satu masjid di Negri Lama, Bilah Hilir, Labuhanbatu. *Inc-03-Inc-05