dengan menggunakan alat berat, tak pakai lama, warkop-warkop puluhan tahuan rata dengan tanah

Tinggal kita tunggu saja, kata salah seorang pedagang sambil menangis, apakah Merdeka Walk yang menurut Gubernur Sumut menyalahi fungsi Lapangan Merdeka, juga akan diratakan dengan tanah.

Medan-Intainews.com:“Bagi kami, tindakan Pemko Medan ini terlalu kejam. Janganlah karena titipan oknum-oknum, pedagang kecil dizalimi,” kata Koordinator Pedagang Wrkop, Parlin Pangaribuan.

Sejumlah 42 warung kopi [awarkop] milik pedagang kecil di seputaran Taman Ahmad Yani Medan, persis di depan RS Elisabeth, yang sebelumnya ‘riuh’ dipertahankan, kini rata dengan tanah. Puluhan tahun berdiri berbaris di Jalan H Misbah, warkop-warkop itu sudah tamat, digusur Satpol PP Medan, Kamis 1 Agustus 2019 pukul 10.00 WIB.

Seratusan Satpol PP yang membawa alat berat [beko] sempat mendapat perlawanan sambil berorasi.”Kami rakyat kecil, mohon jadi perhatian Pemko Medan,” kata Koordinator Pedagang Parlin Pangaribuan.

Sebagian pedagang cuma bisa menonton lapak rezekinya lenyap yang menurut Parlin, kebijakan Pemko kejam

Petugas tidak peduli apapun cerita rakyat kecil. Tak juga mau tahu dengan kenangan Presiden Jokowi, Presiden SBY dan Budiono yang pernah singgah di warkop itu. “Trimedya Panjaitan, juga pernah datang ke warkop ini, kata mereka mengenang.

Kenangan tinggal kenangan, faktanya Warkop diperintahkan Pemko Medan, ‘diratakan’. Ketua Komisi III DPRD Medan Boydo HK Panjaitan yang datang bersama anggota Komisi IV Parlaungan Simangunsong usai pembongkaran, cuma bisa diam termangu.

Tinggal kita tunggu saja, kata salah seorang pedagang yang menangis, apakah Merdeka Walk yang menurut Gubernur Sumut menyalahi fungsi Lapangan Merdeka, juga bisa diratakan dengan tanah. *Inc-03