Gubsu Edy Rahmayadi usai memberi penjelasan kepada mahasiswa, menjadi akrab

Medan-Intainews.com:Para pengunjukrasa mengaku dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia [PMII] Sumut dan Himpunan Mahasiswa Al Washliyah [Himmah] Sumut mempertanyakan, Direktur Utama [Dirut] PT Bank Sumut telah diangkat oleh Gubernur Sumut tanpa pengesahan dari Otoritas Jasa Keuangan [OJK].

Hal tersebut, melanggar peraturan OJK No 27/POJK.03/2016. Peraturan itu menyebutkan bahwa pihak utama dalam hal ini Dirut PT Bank Sumut harus mendapat persetujuan OJK sebelum menjalankan tugasnya. Persetujuan OJK tersebut berasal dari hasil fit and proper test Dirut PT Bank Sumut.

Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Edy Rahmayadi menerima dan menjawab tuntutan mahasiswa pengunjukrasa di ruang pers, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro Medan, Senin 8 Juli 2019. Di antaranya, meluruskan informasi tetang penetapan Direktur Utama [Dirut] Bank Sumut yang dipertanyakan para mahasiswa.

Didampingi Asisten Administrasi Umum dan Aset Provinsi Sumut M Fitriyus, Gubernur menjelaskan, Budi Utomo masih pada tahap diajukan menjadi Direktur Utama PT Bank Sumut pada Rapat Umum Pemegang Saham [RUPS] PT Bank Sumut, yang dilakukan 19 Februari 2019. “Itu suratnya [pengangkatan] masih ada di ruangan saya, belum ditandatangani, karena masih menunggu OJK,” jawab Gubernur.

Jika hasil fit and proper test dari OJK sudah keluar, barulah Budi Utomo bisa diangkat dan menjalankan tugasnya sebagai Direktur Utama PT Bank Sumut. RUPS hanya menetapkan dan mengajukan Budi Utomo sebagai Direktur Utama PT Bank Sumut. Untuk itu, Gubernur meminta para pendemo untuk melakukan pengecekan lebih dahulu, sebelum menuntut.

Gubernur mengapresiasi mahasiswa yang mendemo dirinya itu. Menurutnya, demo tersebut merupakan bentuk kepedulian anak muda bagi Sumut. Apalagi mahasiswa telah memberikannya amanah sebagai Gubernur Sumatera Utara. “Kalau begini pekanya kalian kepada Sumut, Alhamdulillah saya senang,” kata Edy.

Sementara itu, Ketua Pengurus Koordinator Cabang (PKC) PMII Sumut Azlansyah Hasibuan mengatakan pihaknya menuntut hal tersebut lantaran isu itu sudah viral di media sosial. “Insya Allah setelah berdialog kita-kita mendapatkan pemahaman yang baik,” katanya.* Inc-03