Gunungsitoli-Intainews.com:Karena belum miliki dermaga khusus, bahan bakar minyak jenis solar murni untuk Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Idanoi milik PT PlN dibongkar di komplek Pelabuhan Laut, Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara (foto).

“Pembongkaran BBM untuk PLTD Idanoi dalam komplek pelabuhan Gunungsitoli tidak menyalahi aturan selagi diizinkan pemerintah,” kata Manager Umum PT Pelindo I Cabang Gunungsitoli Andi, Jumat 14 Juni 2019. Menurut dia, pembongkaran BBM solar murni untuk PLTD Idanoi sudah seizin kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan Gunungsitoli.

“PT Pelindo hanya mengutip jasa dermaga, dan karena Bbm barang mudah terbakar, tempat bersandar kapal kita arahkan cukup jauh dan diberi pembatas ,” jelasnya. Andi mengungkapkan, pembongkaran BBM untuk keperluan PLTD Idanoi yang dilakukan di pelabuhan Gunungsitoli sudah beroperasi sejak bulan Mei, dan ini pembongkaran untuk yang ketiga kali selama tahun 2019.

“Waktu pembongkaran cukup lama, karena pengangkutan bahan bakar dari kapal ke PLTD Idanoi hanya menggunakan mobil tangki dengan kapasitas 18.000 liter,” ungkapnya. Kepala Ksop Gunungsitoli Muhammad Ilyas, Jumat, memastikan jika pemberian izin pembongkaran Bbm untuk PLTD Idanoi di Pelabuhan Gunungsitoli karena untuk kebutuhan masyarakat Kepulauan Nias.

“Karena untuk kebutuhan PLTD Idanoi dalam memasok listrik di Pulau Nias, makanya kita izinkan kapal tanker Pelita Laut membongkar muatannya berupa Bbm dalam komplek Pelabuhan Gunungsitoli,” ucap Ilyas.

Ilyas menerangkan, BBM tersebut adalah milik PT PLN yang dibeli di Pertamina Teluk Kabung, Sumatera Barat. Karena PLTD Idanoi tidak memiliki terminal untuk kepentingan sendiri (Tuks) atau dermaga khusus, maka pembongkaran dilakukan di dalam komplek pelabuhan Gunungsitoli.

“Kalau ada alternatif lain, sudah saya suruh pindah tempat pembongkarannya sejak kemarin,” tegasnya. Dia memastikan, selama proses pembongkaran, Ksop Gunungsitoli telah melakukan standart operasional pengawasan dengan cara melakukan pembatasan lokasi dan operator kapal diwajibkan menyediakan alat pemadam.

Tidak lupa dia menjelaskan, Depot Pertamina Gunungsitoli tidak menjual solar murni dan hanya menjual Bio Solar. Depot Pertamina Gunungsitoli juga tidak diizinkan mmebongkar solar murni kecuali bio solar, sehingga solar murni untuk kebutuhan PLTD Idanoi terpaksa dibongkar di pelabuhan Gunungsitoli. *Inc-12